Tachira-Kondisi perekonomian yang belum membaik di Venezuela berpengaruh pada sejumlah Lapas disana. Muncul kabar di sebuah Lapas ratusan tahanannya mengalami kelaparan.
Seorang pria Venezuela mengaku putranya yang tewas di penjara adalah korban pembunuhan. Tidak hanya itu, dia mengatakan putranya menjadi korban kanibalisme dalam drama penyanderaan pada September lalu.
Juan Carlos Hererra mengatakan kepada media, bahwa putranya Juan Carlos Hererra Jr, yang dipenjara sejak 2015 telah dibantai dengan sadis oleh puluhan orang di Pusat Tahanan Tachira.
“Anak saya dan napi lainnya ditangkap oleh 40 orang, ditikam, digantung hingga berdarah, lalu Dorancel menjagalnya untuk memberi makan semua tahanan,” kata Herrera, dikutip The Telegraph.
Dorancel Vargas adalah pelaku kejahatan kanibalisme yang ditahan sejak tahun 1999. Vargas yang dijuluki El comegente (pemakan manusia) didakwa telah membunuh dan memakan lebih dari 40 orang di Venezuela. Di pengadilan, dia hanya mengaku memakan 10 orang dalam waktu dua tahun sebelum ditangkap.
“Napi yang berbicara kepada saya mengatakan mereka dipukuli dengan palu untuk dipaksa memakan daging kedua tahanan,” ujar Herrera.
Di tengah krisis ekonomi, berita kematian napi akibat kelaparan juga bermunculan di Venezuela.
Seorang sumber kepolisian membenarkan adanya kanibalisme dalam peristiwa itu. “Dua napi hilang. Para tahanan memotong mereka dan memberikan tahanan lainnya makan [dari tubuh napi], mereka membuang tulangnya. Dorancel yang memotong dagingnya,” kata seorang polisi yang tidak disebut namanya.
Namun, Menteri lembaga pemasyarakatan Venezuela, Iris Varela, membantah kanibalisme tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut.





