LOMBOK – Banjir yang melanda Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tengara Barat, Sabtu (11/2/2017) dini hari telah menewaskan AKBP Lenap, Instruktur SPN Belanting yang terseret arus ketika berusaha menyeberangi arus menggunakan mobilnya.
“Korban meninggal ketika berusaha menyeberangi jalan yang sudah rusak dan tergenang arus akibat banjir menggunakan mobilnya. Warga sudah mengingatkan untuk tidak melintas tapi almarhum nekat. Ketika berada di tengah, arus yang terlalu deras menghanyutkan kendaraan korban sejauh satu kilo,” kata Kapolsek Sambelia, Iptu Zainudin Basri.
Kepala Desa Belanting menghubungi pihak Polsek Sambelia sekitar pukul 03.00 wita dini hari namun sayang jembatan di Desa Sambelia yang menjadi akses utama menuju Desa Belanting juga terputus total akibat diterjang banjir, sehingga tidak dapat melakukan apapun.
Begitupun dengan warga yang tak dapat membantu, “Korban berusaha keluar dari dalam mobilnya untuk menyelamatkan diri melawan arus. Pagi harinya korban ditemukan oleh masyarakat di pinggir sungai dengan kondisi tubuh luka-luka dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Kapolsek, dikutip dari Lombok Post.
Kemarin, jenazah korban sudah dibawa pulang ke kampung halamannya di Lombok Tengah. Akibat jembatan yang putus, jenazah AKBP Lenap diangkut menggunakan dua mobil ambulans. Di mana mobil ambulans pertama yang datang dari arah Belanting harus berhenti di seberang Jembatan Desa Sambelia. Sementara satu mobil unit ambulans lainnya menunggu di Seberang untuk dibawa ke Lombok Tengah.
“Beliau adalah paman saya dari Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Tadi malam saya dapat laporan kalau dia hilang. Saya nggak nyangka pagi-pagi beliau sudah meninggal,” kata Brigadir Agus Salim, keponakan korban.





