Seorang Prajurit AS Ditangkap, Dituduh Jadi Agen Ganda ISIS

Sersan Ikaika Kang, 34 tahun, ditangkap dengan tuduhan jadi agen ISIS di militer AS. Foto: mirror

WASHINGTON – Seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) ditangkap karena tuduhan menjadi agen ganda yang berkerja untuk ISIS, ia ditenggarai telah menyerahkan dokumen militer Amerika Serikat kepada kelompok militan tersebut.

Ia adalah Sersan Ikaika Kang, 34, ditangkap pada hari Sabtu (9/7/2017) setelah penyelidikan selama setahun yang dilakukan oleh Angkatan Darat dan FBI.

Dia mengatakan kepada seorang agen rahasia, bahwa dia ingin “membunuh sekelompok orang”.

Karena itu, sersan yang berbasis di Hawaii, telah bersumpah setia kepada kelompok militan ISIS.

Sebuah tuntutan kriminal yang diajukan di Pengadilan Negeri A.S. di Honolulu, Kang dituduh berusaha memberikan dokumen militer dan catatan pelatihan kepada kelompok tersebut.

Otoritas federal percaya bahwa Kang, yang ditugaskan ke Barak Schofield Angkatan Darat di pulau Oahu, adalah “aktor tunggal” yang tidak memiliki hubungan dengan siapa pun yang mungkin menimbulkan ancaman ke Hawaii.

Kang, merupakan prajurit Angkatan Darat spesialis kontrol lalu lintas udara, ia masuk angkatan darat sesaat setelah serangan 9/11.

Ayahnya Clifford mengatakan kepada Hawaii Now News: “Saya shock. Dia adalah anak yang hebat.”

Kang memperoleh pangkat sersan kelas satu, setelah melayani tiga tugas luar negeri – masing-masing di Korea Selatan (2002-03), Irak (2010-11) dan Afghanistan (2013-14), menurut catatan Angkatan Daratnya.

Barak Schofield, tempat Kang bertugas sekitar 17 mil dari Honolulu, didirikan pada tahun 1908 sebagai garnisun untuk pertahanan Angkatan Darat Pearl Harbor dan pulau Oahu, dan merupakan rumah markas dari 22.000 personil militer AS dan anggota keluarga militer.

Seperti dilansir Mirror, Angkatan Darat telah berusaha untuk mencegah terulangnya kekerasan militan Islam oleh salah satu dari prajurit mereka sendiri sejak 2009, yang melakukan penembakan di Fort Hood di Texas oleh Mayor Angkatan Darat Mayor Nidal Hasan.

Ia seorang Muslim kelahiran AS yang membunuh 13 orang dan melukai 32 lainnya dalam sebuah serangan yang dia mengklaim sebagai pembalasan terhadap Amerika yang memerangi di dunia Muslim.

Advertisement