Sepanjang 2017, 201 Anak Yaman Tewas dalam Perang

Seorang ayah membawa anaknya yang terluka karena serpihan bom di Yaman. Rumah sakit tutup karena tidak ada obat-obatan. Foto: Al Jazeera

YAMAN – Sepanjang tahun 2017, menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 201 anak-anak telah  terbunuh di Yaman, 152 diantaranya anak laki-laki dan 49 perempuan.

Perwakilan Dana Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Yaman, Meritxell Relano, menulis di sebuah pos Twitter pada hari Senin (7/8/2017)  bahwa 347 anak-anak Yaman, termasuk 113 anak perempuan, telah cacat akibat konflik Yaman, dan bahwa 377 anak laki-laki telah direkrut dalam pertempuran yang sedang berlangsung di sana tahun ini.

Pernyataan Relano datang tiga hari setelah setidaknya 12 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara Saudi di provinsi Sa’ada, Yaman barat laut.

Kepala departemen kesehatan setempat, Dr. Abdel-Ilah al-Azzi, mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada Jumat dan menargetkan rumah keluarga Taha al-Dharafi di distrik Mahda di pinggiran barat daya kota Sa’ada, yang terletak 240 kilometer utara Ibu kota Sana’a, dan meninggalkan tiga wanita dan enam anak tewas, dan tiga lainnya luka-luka.

Awal tahun ini, UNICEF mengumumkan bahwa setidaknya 1.546 anak telah terbunuh dan 2.450 lainnya terluka dalam konflik Yaman.

Relano mengatakan pada 11 Januari bahwa sekitar 2.000 sekolah di Yaman tidak dapat digunakan lagi karena mereka telah rusak, hancur atau digunakan sebagai tempat penampungan atau untuk tujuan militer.

Pejabat senior PBB meminta semua pihak dalam konflik untuk menghentikan serangan terhadap sekolah dan melindungi anak-anak.

“Sekolah harus menjadi zona kedamaian setiap saat, tempat perlindungan di mana anak-anak dapat belajar, tumbuh, bermain dan aman,” kata Relano. “Anak-anak tidak boleh mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk bersekolah.” tambahnya lagi, dilansir Press TV.

Arab Saudi  terus-menerus menghantam Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk mengembalikan mantan presiden, Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh, dan untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah. Agresi militer tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 12.000 orang, kebanyakan warga sipil.

Advertisement