September 2017, Konflik Suriah Tewaskan 912 Warga Sipil

ilustrasi Kota Raqqa, ibukota dan benteng terakhir NIIS di Suriah dibombardir oleh pasukan koalisi dan SDF

SURIAH – Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia yang berbasis di London (SNHR) mengatakan sebanyak 912 warga sipil tewas di Suriah bulan September lalu.

Dalam sebuah laporan bulanan yang dikeluarkan pada hari Senin (2/10/2017), SNHR mendokumentasikan kematian warga sipil di seluruh Suriah selama bulan September.

Menurut SNHR, pasukan rezim bertanggung jawab atas sebagian besar kematian warga bulan lalu, diikuti oleh pasukan Rusia.

Laporan tersebut menemukan bahwa total 912 warga sipil, termasuk 144 perempuan dan 200 anak-anak, terbunuh di tangan para pihak dalam konflik tersebut selama periode yang bersangkutan.

Pada September terjadi peningkatan jumlah korban sipil yang terbunuh oleh aliansi Suriah-Rusia setelah aliansi tersebut melakukan serangan berat di Idlib pada 19 September.

“Pasukan rezim Suriah menguasai semua partai lain dalam hal membunuh warga sipil pada bulan September, diikuti oleh pasukan Rusia,” ungkap laporan tersebut, dikutip Anadolu.

“Di sisi lain, jumlah korban tewas koalisi internasional turun menjadi kurang dari setengah tingkat pada Agustus lalu,” tambahnya.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 8.115 warga sipil telah terbunuh sejak awal 2017 sampai Oktober di tangan para pihak dalam konflik tersebut.

Sejak perang saudara di Suriah terjadi pada bulan Maret 2011, lebih dari 250.000 orang telah terbunuh. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas di lebih dari 470.000 orang.

Suriah telah dikurung dalam perang sipil yang kejam sejak awal tahun 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Ratusan ribu warga sipil terbunuh dalam konflik tersebut terutama oleh serangan udara rezim di wilayah yang dikepung oposisi, sementara jutaan lainnya mengungsi.

Advertisement