Serang Tentara Suriah, AS Mengaku Tak Sengaja

Serangan Udara
Ilustrasi, Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

ALEPPO—Meski sedang gencatan senjata, empat serangan udara terjadi di daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah.  Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sejumlah orang terluka akibat serangan itu, namun tidak mengatakan siapa pelaku serangan tersebut.

Dilansir BBC Indonesia, Senin (19/9/2019), Rusia sempat meragukan kelangsungan gencatan senjata setelah koalisi yang dipimpin AS menyerang pasukan Suriah di Deir al-Zour. Seorang tokoh pemerintah Suriah berkata serangan AS tidak mungkin terjadi sebagai suatu kesalahan.

Penghentian pertempuran yang ditengahi AS dan Rusia tidak termasuk serangan ke yang disebut Negara Islam atau ISIS dan kelompok jihad lainnya. Seorang aktivis di Aleppo mengonfirmasi telah terjadi serangan di bagain timur Karam al-Jabal dan al-Shaar.

Kanto pemberitaan Aleppo melaporkan tiga orang terluka akibat serangan di daerah al-Sakhour. Serangan yang dipimpin AS pada Sabtu (17/09) menyebabkan ketegangan antara AS dan Rusia – kedua negara menuduh AS menyusun serangan dan kelompok ISIS.

Militer AS berkata koalisi mereka yakin bahwa yang mereka serang adalah ISIS, dan menyatakan penyesalan atas ‘hilangnya nyawa yang tak disengaja’. Namun penasihat media Presiden Suriah Bashar al-Assad, Bouthaina Shaaban, berkata dia tidak percaya serangan itu tidak disengaja.

“Amerika Serikat, negara adidaya, negara terbesar di dunia, membuat kesalahan dalam menyasar musuh? Ini tidak masuk akal,” kata Bouthaina ke BBC.

 

Advertisement