Serangan Gas Klorin Racuni 16 Warga Sipil Suriah

ilustrasi Anak Suriah mendapat perawatan setelah bom Kimia. EPA
DAMASKUS –  White Helmet mengatakann rezim Assad pada hari Minggu (25/2/2018) menyerang daerah pinggiran  Ghouta yang terkepung di Damaskus dengan gas klorin.

Dalam twitter resminya White Helmet mengatakan seorang anak terbunuh dalam serangan yang menargetkan kota Al-Shifoniya.

Pejabat Duma Hospital mengkonfirmasi kepada Anadolu Agency bahwa 16 orang telah teracuni dalam serangan kimia tersebut.

Pasukan rezim telah menyerang Duma tiga kali dengan gas klorin dalam dua bulan terakhir.

Sebelumnya pada hari Minggu, pasukan rezim juga menyerang serangan udara dan artileri di kota Duma, Harasta, Al-Shifoniya, Kafr Batna, Saqba, Beit Sawa dan Al-Marj, kata seorang sumber White Helmet yang berbicara tanpa menyebut nama untuk alasan keamanan.

Daerah pemukiman di kota Jisr al-Shughur di provinsi Idlib barat laut juga dilaporkan mengalami serangan berat oleh pasukan rezim.

Jumlah korban tewas akibat serangan tersebut meningkat menjadi lima, termasuk seorang wanita dan seorang anak.

Dewan Keamanan PBB pada hari Sabtu mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Keputusan gencatan senjata terjadi saat pasukan rezim mengintensifkan serangan terhadap Ghouta Timur dalam beberapa hari terakhir, menewaskan beberapa ratus orang.

Advertisement