GAZA – Sumber medis mengatakan setidaknya 21 warga Palestina tewas saat tentara Israel mengintensifkan pembomannya di Jalur Gaza pada Rabu (13/11).
Sebuah sumber medis mengatakan lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka ketika pasukan Israel menembaki sekelompok orang di luar Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
Sebelas orang juga tewas dalam serangkaian serangan yang menargetkan beberapa rumah di Gaza utara, sumber tersebut menambahkan.
Sumber medis lainnya mengatakan.apal perang Israel juga melepaskan tembakan di bagian barat kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, menyebabkan dua orang tewas.
Serangan pesawat tak berawak di Kota Gaza menewaskan dua orang lagi di lingkungan Shujaiya di sebelah timur kota, sumber tersebut mengatakan.
Seorang warga Palestina lainnya tewas dalam serangan pesawat tak berawak di kota selatan Rafah, tambahnya.
Serangan itu terjadi saat tentara Israel melanjutkan serangan mematikannya di Gaza utara sejak 5 Oktober untuk mencegah Hamas berkumpul kembali di tengah pengepungan yang menyesakkan di daerah tersebut. Namun, warga Palestina menuduh Israel berusaha menduduki daerah tersebut dan menggusur paksa penduduknya.
Sejak saat itu, tidak ada bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, yang diizinkan masuk ke wilayah tersebut, sehingga sebagian besar penduduk di sana berada di ambang bencana kelaparan yang mengancam.
Lebih dari 2.000 orang telah tewas sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Serangan itu merupakan episode terbaru dalam perang brutal Israel di Jalur Gaza sejak serangan Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Hampir 43.700 orang telah tewas di Gaza, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 103.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mematikannya di Gaza.





