ALEPPO— Serangan udara pesawat tempur koalisi Rusia-Suriah menghantam dua rumah sakit di wilayah barat Aleppo. Di kota yang dikuasi pemberontak tersebut petugas medis dan pasien mengalami luka serius.
Negara-negara Barat dan aktivis hak asasi manusia menuduh angkatan udara rezim Assad sengaja menargetkan rumah sakit. Mereka juga menyasar pabrik roti dan infrastruktur sipil lainnya untuk melemahkan pemberontak.
Namun demikian, baik Moskow maupun Damaskus menyangkal tuduhan ini. Mereka berdalih, serangan udara yang dilancarkan menyasar fasilitas militer pemberontak.
Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, lembaga monitor perang yang berbasis di Inggris, mengatakan, pesawat tempur meluncurkan misil di kota Atareb pada Senin (14/11) malam, dan memaksa pasien dan petugas medis berhamburan keluar.
Sedikitnya ada lima serangan udara yang menargetkan rumah sakit dan menghancurkan ruang operasi, ruang tunggu dan ambulans. “Ini adalah satu-satunya rumah sakit di Atareb, dengan populasi 60.000 orang,” kata pernyataan itu yang dilansir Reuters.
Seorang ahli bedah dari Syrian American Medical Society (SAMS), Osama Abo Ezz mengatakan, saat serangan terjadi, banyak warga yang tengah berobat dan memeriksakan kesehatannya.





