Serangkaian Bencana di Bandung Barat dalam Dua Hari Terakhir

BANDUNG – Serangkaian kejadian bencana di Bandung Barat terjadi dalam dua hari terakhir ini akibat intensitas hujan yang tinggi, mulai dari  banjir bandang, pergerakan tanah, dan longsor yang merusak rumah maupun memutus akses jalan, juga merobohkan jembatan.

Dibetitakan sebelumnya jembatan beton yang terletak di Kampung Ciames, roboh lantaran tanah di salah satu tepian sungai tergerus oleh aliran air.

 

Kepala Desa Gunungmasigit Tarkopa mengatakan, selain jembatan ambruk, di Gunungmasigit juga terjadi bencana longsor yang menimpa sebuah rumah di RW 19, Kampung Cihalimun. “Ada satu rumah atas nama Abas mengalami rusak berat, karena rumahnya tertimpa longsor. Kejadian itu tidak ada korban, tapi keluarga Pak Amas harus mengungsi dulu,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, pada Minggu malam terdapat luapan air sungai di Kampung Cicokok, Desa Citatah. Di samping membuat sebuah masjid dan 12 rumah tergenang, luapan air beserta lumpur berbatu juga tumpah ke Jalan Raya Cipatat. Akibatnya, lalu lintas dari arah Bandung ke Cianjur, maupun sebaliknya, sempat tersendat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Dicky Maulana mengatakan pada Pikiran Rakyat, kejadian bencana di Bandung Barat tak hanya terjadi di wilayah Cipatat. Dari rekapitulasi sementara, wilayah lain yang terdapat bencana dalam dua hari terakhir ini ialah di Kecamatan Cipongkor, Padalarang, Rongga, Gununghalu, Saguling, Ngamprah, dan Cisarua.

Di Cipongkor, tanah longsor membuat jebol bagian belakang rumah warga di Desa Sarinagen. Dua rumah di Desa Girimukti, Cipongkor, juga rusak oleh longsor. Di Desa Ciburuy, Padalarang, dua rumah warga malah ambruk. Masih di Padalarang, dua rumah di Desa Tagogapu terancam oleh bahaya longsor, termasuk satu rumah yang berada satu meter dari bibir Sungai Cimeta. Di Saguling, sebuah rumah rusak oleh longsor dan empat hewan ternak mati tertimbun longsor yang terjadi di Desa Cikande.

Adapun di Cisarua terjadi pergerakan tanah yang memicu tembok sebuah rumah di Desa Jambudipa roboh. Pergerakan tanah juga terjadi di Desa Bojong, Rongga. Sehingga akses jalan menuju SMP Negeri 1 Rongga tak lagi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, longsor juga memutus akses jalan sepanjang 25 meter di Gununghalu, tepatnya di Desa Sukasari. Akses jalan di Desa Bojongkoneng, Ngamprah, juga sempat lumpuh karena tertutup oleh material longsor.

Advertisement