‘Jeda Kemanusiaan’ Lima Jam, Warga Sipil Didesak Pergi dari Ghouta Timur

Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP
SURIAH – Rusia menyuarakan  “jeda kemanusiaan” haian di Ghouta Timur Suriah, untuk menghentikan pembantaian di daerah yang dikuasai pemberontak.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata 30 hari tetap menjadi surat mati sejak disahkan pada hari Sabtu, dan Moskow, pendukung utama rezim Damaskus, akhirnya menetapkan persyaratannya sendiri untuk membendung salah satu episode terburuk pertumpahan darah di tujuh kota Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, Prancis dan Jerman telah membuat permintaan mendesak untuk Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menuntut sekutu Damaskus memaksakan gencatan senjata, termasuk di Ghouta Timur di mana lebih dari 500 warga sipil terbunuh pekan lalu.

Putin menyetujui sebuah gencatan senjata harian lima jam yang memungkinkan penduduk  di sebelah timur ibukota keluar dari tempat penampungan bawah tanah mereka.

“Atas instruksi presiden Rusia tersebut, dengan tujuan menghindari korban sipil di Ghouta Timur, mulai 27 Februari dari pukul 09:00 sampai 14:00 akan ada jeda kemanusiaan,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu .

Menurut sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, dia mengatakan bahwa harus ada jeda yang sama di wilayah perbatasan Al-Tanf selatan dan Rukban, dekat perbatasan Yordania.

Shoigu mengatakan “koridor kemanusiaan” akan dibuka untuk memungkinkan warga sipil pergi.

Publik akan diberitahu dengan selebaran dan pesan teks, dan bus dan ambulans akan menunggu di persimpangan untuk mengevakuasi orang sakit dan terluka

“Memaksa warga sipil untuk meninggalkan atau menghadapi kematian karena pemboman dan pengepungan merupakan kejahatan Rusia,” juru bicara Wael Alwan mengatakan di Twitter.

Advertisement