Setelah Kesepakatan Turki-UE, Lembaga Bantuan Menarik Diri

Pengungsi Suriah di Belgia/AFP

LESBOS—Sejumlah lembaga bantuan untuk pengungsi di Yunani menarik diri. Langkah ini diambil menyusul kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki, yang salah satu butirnya mengembalikan para pengungsi ke Turki. Mereka menganggap Eropa telah mengabaikan hak asasi para pengungsi.

Organisasi pembela HAM menolak kesepakatan UE dan Turki untuk mendata aplikasi para pengungsi dan pencari suaka secara cepat. Pengungsi atau pencari suaka yang aplikasinya dianggap tidak memenuhi syarat akan langsung dikirim kembali ke Turki. Padahal, sejak Ahad (20/3) lalu, pengungsi masih berdatangan di salah satu pulau di Yunani.

Lucy Carrigan dari International Rescue Committee mengatakan, jika mereka tetap bertahan di Yunani, sama saja mereka terlibat dalam praktik “tidak adil dan tidak manusiawi” itu. Dua lembaga internasional yang selama ini paling terdepan dalam membantu pengungsi, UNHCR dan Dokter Lintas Batas (MSF) juga telah menyatakan akan menarik diri.

“IRC mengingatkan penjaga pantai (Yunani), bahwa kita tidak akan mengangkut orang yang paling rentan di dunia ke wilayah, di mana kebebasan dihambat,” kata Lucy, seperti dikutip dari trust.org, Kamis (24/3/2016).

Norwegia Refugee Council (NRC), sebuah organisasi non-pemerintah juga akan menangguhkan kegiatannya di sebagian besar pusat penahanan pengungsi di Pulau Chios Yunani.
“Kami menampung pengungsi dalam jumlah besar, termasuk wanita hamil dan anak-anak,” kata Dan Tyler, penasihat perlindungan NRSC.

Ribuan orang terdampar di Yunani sejak negara-negara di Balkan menutup pintu perbatasan mereka Februari lalu. Di Yunani, ada sekira 50 ribu pengungsi yang terdampar. Kebanyakan dari mereka tidak ditahan di kamp-kamp, karena sebagian besar tiba sebelum kesepakatan Turki-UE berlaku.

 

Advertisement