Dengan dukungan suami mereka, sebanyak 14 perempuan mulai beternak lebah enam tahun lalu dan seiring berjalannya waktu, mereka telah membuat kemajuan serta menjadi wanita pengusaha yang berhasil dan mampu menunjang keluarga mereka.
Mereka memiliki enam produk turunan dari lebah, yaitu madu, sarang madu, propolis, royal jelly, serbuk lebah dan pakaian pelindung dari lebah.
Harga madu berkisar dari 0,5 dolar AS sampai lima dolar AS tergantung ukurannya.
Mereka membuat lilin, krim tubuh dan sabun dari sarang lebah, kata Xinhua.
Satu kilogram lilin dijual dengan harga enam dolar AS. Sabun dijual secara grosir 0,5 dolar AS dan satu dolar per potong. Sementara itu, 100 gram krim tubuh dijual dengan harga dua dolar AS dan 0,5 dolar AS per botol dengan berat 50 gram.
“Kami menggunakan produk ini dan kami sangat sehat. Lihat saja kulit kami, sangat mulus, kan,” kata Wakil Ketua Kelompok tersebut.
Mereka menggunakan propolis untuk memproduksi obat yang diberi nama propolis tincture yang digunakan untuk mengobati radang sendi, alergi atau luka. Propolis dengan ukuran 30 mililiter dijual dengan harga tiga dolar AS.
“Hidup kami sungguh-sungguh berubah. Kami sekarang bisa memberi makan anak-anak kami, membayar biaya sekolah mereka dan memenuhi keperluan kami masing-masing,” kata Lewatachum.
Untuk memanen madu, mereka menggunakan pakaian pelindung yang terbuat dari serat karung. Satu set pakaian meliputi celana panjang dan baju lengan panjang dengan penutup kepala mereka jual dengan harga 10 dolar AS.




