BARINGO – Ketika kelaparan melanda Kenya, perempuan seringkali memikul beban lebih besar untuk memberi makan anggota keluarga.
Namun bagi perempuan di Daerah Marigat di Kabupaten Baringo, Wilayah Lembah Rift, bukan hanya kelangkaan makanan yang menjadi masalah bagi mereka, tapi kemiskinan dan keamanan investasi menjadi beban tambahan.
Di tengah kesulitan itu, mereka mempelajari beberapa cara untuk keluar dari masalah tersebut dengan memelihara lebah.
Christine Lewatachum adalah Wakil Ketua Kelompok Perempuan Sinyati. Kelompok tersebut dibentuk untuk mengentaskan kelaparan dan kemiskinan dari rumah tangga mereka masing-masing.
“Kami ingin mengatasi dampak dari pencurian ternak di daerah ini,” kata wanita pegiat itu.
Beberapa bagian Kabupaten Baringo, termasuk Marigat, selama bertahun-tahun telah dirongrong oleh pencurian ternak. Ribuan sapi dan domba dicuri sehingga banyak keluarga menghadapi keputus-asaan.
Warga di Baringo terutama bergantung atas ternak sebagai sumber nafkah mereka, demikian laporan Xinhua. Namun, tantangan keamanan lah yang memberi kaum perempuan gagasan dalam bentuk penyelesaian bagi masalah mereka.
“Kami mungkin tidur dalam kondisi lapar. Benar-benar lapar, sebab benar-benar tak ada yang bisa dimakan,” kata Josephine Lemangi, seorang anggota Kelompok Perempuan Sinyati.
SELANJUTNYA: Berternak Lebah





