Siapa Cepat Menang

presiden jokowi menunggang kuda

SETIAP pagi di Afrika, seekor rusa bangun dan sadar bahwa ia harus berlari sekencang mungkin menuju hamparan ladangĀ  jika tidak ingin mati kelaparan, karena rusa-rusa atau hewan lainnya yang tiba lebih dulu pasti akan melahap buah-buahan atau dedaunan di sana.

Seekor singa di benua hitam itu juga sadar bahwa ia harus berlari lebih cepat karena harus bersaing Ā Ā dalam perburuan mangsa dengan singa-singa lainnya. Yang lamban, tidak kebagian.

Rombongan kerbau-kerbau liar juga harus sesegera mungkin merapatkan barisan agar tidak diterkam oleh kawanan binatang buas yang Ā mengincar mereka. Kerbau yang lelet sehingga tertinggal atau terpisah dari rombongan, harus menanggung risiko, tercabik-cabik dimangsa singa atau macan.

Kita, dalam kedudukan atau profesi apapun juga, di tengah ketatnya persaingan dan sempitnya kesempatan kerja, harus ā€œberlari lebih cepatā€ dan Ā bekerja sebaik mungkin dan terus berupaya menjadi yang terbaik , karena jika tidak, akan keteteran, terbebani dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat atau disalib pesaing-pesaing lain.

Di tengah sliweran media sosial yang memuat lontaran kata-kata saling hujat, caci-maki serta ujaran kebencian lainnya terutama terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta (non-aktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok , masyarakat harus tanggap menentukan sikap.

ā€œSegera tata emosi, pastikan untuk tidak membalas postingan hoax atau ikut-ikutan mencaci-maki. Jangan terprovokasi, apalagi hanyut terbawa pusaran arus kepentingan kelompok tertentu yang berlindung di balik apapun termasuk agamaā€

Di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pilkada serentak pada pertengahan 2017, Presiden Jokowi mengambil inisiatif melakukan safari politik , menemui para pimpinan parpol, bersilaturrahmi dengan para tokoh agamaĀ  serta menginspeksi satuan-satuan utama TNI dan kepolisian.

Tujuannya, untuk memastikan bahwa segenap elemen bangsa tetap setia pada UUD ’45, Pancasila dan memegang teguh prinsip: ā€œNKRI Harga Matiā€ dan juga untuk mencegah agar masyarakatĀ  tidak terpedaya hasutan provokator yang menginginkan Indonesia Raya tinggal kenangan.

Jokowi juga tidak canggung berpose menunggang kuda saat sowan ke padepokan milik mantan rivalnya pada pemilihan presiden sebelumnya, Prabowo Subianto di Bojong Koneng, Bogor sebelum para pendompleng atau penunggang situasi melakukan aksinya memecah belah persatuan dan kesatuan Ā bangsa.

ā€œSaya bela-belain naik kuda demi tegaknya NKRI, padahal saya belum pernah melakukan itu sebelumnya, ā€œ kata Jokowi bercanda.

Segenap elemen bangsa harus bergerak cepat, ikut ambil bagian merekatĀ  dan mengokohkan kembali kesatuan dan persatuan negara dan bangsa yang sudah dibangun dengan keringat, darah dan air mata oleh para pendahulu.

ā€œJangan sampai keduluan orang-orang atau kelompok tertentu melakukan aksinya untuk memecah-belah bangsaā€ (Time.com/Nanang)

 

 

 

Advertisement