FLIPINA – Para pejabat Sulu janji akan memberikan hadiah untuk siapapun yang dapat menginformasikan markas kelompok Abu Sayyaf yang diduga berada di provinsi tersebut.
Dilansir Philippine Star, Komando Mindanao Barat menjelaskan informasi nantinya akan berguna untuk melepaskan para sandera yang hingga kini masih menjadi sandera mereka.
“Beberapa pejabat setempat, menjamin nama mereka disembunyikan untuk alasan keamanan, juga akan memberikan reward kepada konstituen mereka jika memberikan informasi tentang lokasi korban penculikan dan juga lokasi dari kelompok Abu Sayyaf,” ujar Letjen Carlito Galvez Jr., komandan Westmincom.
Namun, Galvez tidak merinci sistem imbalan tersebut. Sebuah artikel di Philippine Star, menyatakan bahwa Duterte menekankan selama kunjungannya ke Jolo pada hari Kamis lalu bahwa kampanye melawan kelompok militan serta perang melawan obat-obatan terlarang harus berkekuatan penuh.
Duterte menambahkan bahwa pemerintah Filipina akan menggunakan kekuatan penuh hukum untuk menangani kelompok militan.
Diduga militan memisahkan 19 sandera di beberapa tempat yang berbeda dan kini tersisa lima kelompok untuk menghindari pasukan pemerintah yang mengejar mereka.





