LONDON – Seorang ibu, Yuslenita Muda yang tinggal di London, Inggris menceritakan caranya mensiasati agar anaknya yang berpuasa tidak merasa kehausan dan kelaparan saat harus berpuasa hampir 20 jam.
“Saya minta anak-anak pas pulang sekolah jam tiga langsung tidur,” ujar Yuslenita Muda , ibu dari Syarifah Azzahra (11), kepada Antara London.
Hal tersebut dilakukannya karena menurutnya waktu sholat ashar baru pada pukul lima sore lebih 19 menit.
Selain itu ia dan keluarga berusaha menunda waktu tidur karena saat usai berbuka sudah larut dan shalat Isya pun tengah malam, “akhirnya kami baru tidur setelah selesai shalat Subuh pada pukul 2.20 pagi, ” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan guru-guru di sekolah Colchester Academy tempat anaknya bersekolah juga sangat mengapresiasi kegiatan berpuasa misalnya dengan mengijinkan tidak ikut berolahraga.
Syarifah yang menjalani ibadah puasa pada musim panas untuk kedua kalinya mengakui banyak guru dan teman-temannya yang bertanya tentang puasa. “Mereka binggung selama puasa tidak boleh makan dan minum,” ujarnya.
Tahun lalu, sekolah dasar di Inggris melarang siswa muslim berpuasa selama bulan Ramadhan dan mengklaim berpuasa akan memengaruhi kesehatan siswanya.
Barclay Primary School yang terletak di London timur mengeluarkan surat perintah kepada orang tua bahwa pihak sekolah tidak mengizinkan siswa muslim hadir ke sekolah apabila siswa tersebut berpuasa. Mereka mengklaim ini dilakukan untuk melindungi kesehatan dan pendidikan anak-anak itu yang sempat mengundang kontraversi.
Namun Komunitas Islam di London menyebutkan seharusnya pihak sekolah meminta pendapat dari orang tua sebelum membuat keputusan, apalagi hal terkait agama. Asosiasi Muslim Inggris mengatakan ada peraturan yang memadai untuk melindungi orang berpuasa tanpa campur tangan pihak sekolah.
Sementara itu, Presiden Asosiasi Muslim Inggris Dr Omer El Hamdoon, menyebutkan pihak sekolah seharusnya berbicara terlebih dahulu tentang isu ini sebelum melaksanakannya.





