
PIHAK-pihak bertikai di Yaman berhasil mencapai sejumlah kesepakatan dalam pertemuan marathon damai atas prakarsa PBB selama delapan hari yang digelar di Stockholm, Swedia sejak 6 Desember lalu.
Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan yakni kesediaan kelompok Houthi untuk menarik diri dari kota pelabuhan Hodeidah yang dikuasainya dari pasukan pemerintah pendukung Presiden Abdurrabuh Mansour Hadi yang terguling mengasingkan diri di Riyadh, Arab Saudi.
Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan milisi Houthi akan menarik diri sampai Km 21 ruas jalan antara Hodaidah menuju ibukota, Sanaa dan menyerahkan pengawasan Hodaidah pada PBB.
Butir kesepakatan yang juga cukup penting yakni kesediaan kedua belah pihak membebaskan tawanan masing-masing yang jumlahnya berkisar 16.000 orang dan juga kesediaan Houthi untuk membuka akses bantuan ke kota Taiz yang dikuasainya sejak 2015.
Butir yang belum disepakati yakni pengelolaan bandara Sanaa dan bank sentral serta isu-isu perekonomian yang akan dibahas lagi Februari mendatang di tempat dan waktu yang akan ditentukan.
Konferensi damai di Stockholm tersebut adalah yang kedua sejak invasi dan pemboman udara yang dilancarkan Arab Saudi sejak 2015 guna mendukung rezim Mansour Hadi . Prakarsa perdamain pernah diupayakan di Kuwait pada 2016 namun gagal mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, pada September lalu, PBB juga menginisiasi pertemuan damai di Swiss, namun gagal karena ketidak hadiran wakil-wakil Houthi dengan alasan tidak ada jaminan keamanan bagi mereka dari masyarakat internasional.
Kesediaan Houthi berunding kemungkinan karena situasi di lapangan yang kurang menguntungkan akibat bombardemen pasukan koalisi Arab dan Uni Arab Emirat dan pasukan Mansour Hadi dari darat, laut dan udara sejak Juni lalu untuk merebut Bandar Hodaidah yang menjadi pintu masuk 80 persen kebutuhan negara itu.
Sekitar 10.000 orang tewas, sebagian besar warga sipil di tengah konflik yang berkecamuk lebih tiga tahun tersebut, dan menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), 8,4 juta dari 29 juta penduduk Yaman mengalami kelaparan akibat blokade ke akses pelabuhan Hodaidah sehingga melambungkan harga BBM .
(AFP/Reuters/Kompas/ns)




