Fajar baru saja menyingsing saat Sukamto bergegas dari rumahnya. Ia membawa sejumlah ember dan milkcan (tabung susu). Sukamto menuju kandang ternak yang lokasinya sepelemparan batu dari rumahnya. Bunyi jangkrik mengiringi langkah Sukamto.
Udara dingin tak diacuhkan Sukamto. Ia terus memerah susu sapi, perlahan namun penuh energi. Saat matahari mulai naik, sudah dua ember susu sapi segar yang didapatkan Sukamto. Ia pun menuangkan susu sapi segar ke dalam milkcan yang di atasnya terdapat saringan.
Tak menunggu lama, Sukanto segera menuju Rumah Susu “Ngudi Makmur”, koperasi yang diinisiasi Dompet Dhuafa di Dusun Balongwetan Plosorejo, Umbulharjo Cangkirangan, Sleman DI Yogyakarta. Sukamto tak sendirian, di saat bersamaan sejumlah peternak lainnya juga mendatangi tempat yang sama.
Sebagian warga Dusun Balongwetan memang hidup dari ternak sapi perah. Awalnya warga mengantungkan hidup dengan beternak sapi potong. Erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 membuat mereka kehilangan hewan ternaknya. Untuk membangun perekonomian warga, Dompet Dhuafa pemberdayaan masyarakat dengan pemberian sapi perah untuk diternakan serta pendirian rumah susu. Berawal dari 10 sapi perah, kini berkembangbiak menjadi 34 sapi perah dengan penerima manfaat bertambah jadi 23 peternak.
Setiap pagi dan sore ratusan liter susu sapi dihasilkan. Kemudian dibawa ke rumah susu untuk ditimbang selanjutnya susu siap dibawa ke koperasi yang lebih besar. Ketua Kelompok Ternak, Madyo Wiyono mengatakan, setiap harinya sekira 400 liter susu sapi segar dihasilkan peternak.
“Harapan kami, bisa ditambah populasi sapinya, sehingga bisa mengembangkan kelompok secara kreatif. Selain itu juga (mohon bantuan) teknologi yang lebih maju sehingga bisa mengolah susu dan menghasilkan penghasilan yang lebih daripada saat ini,” ujarnya.
Program Rumah Susu di Dusun Balongwetan Umbulharjo adalah salah satu program yang disinergikan antara Dompet Dhuafa dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) BNI Syariah, melalui jaringan MPZ (Mitra Pengelola Zakat) Networking.
General Manager Resource Mobilization (Remo) Dompet Dhuafa, Urip Budiarto menjelaskan, MPZ Indonesia nerworking merupakan terobosan customer segment baru yang mengubah paradigma pragmatis transaksi menjadi paradigma movement dan development. Sasarannya adalah lembaga zakat-lembaga zakat corporate.
“Melalui sinergi ini, Dompet Dhuafa dan mitra akan merancang bersama program yang akan dijalankan hingga monitoring-evaluasinya,” ujarnya.
Mitra juga bisa mengadopsi atau mereplika portofolio program yang selama ini dijalankan Dompet Dhuafa. Artinya, mitra tidak sekedar menyerahkan dana zakat untuk dikelola Dompet Dhuafa, melainkan juga “memiliki” program tersebut. “Dengan demikian ada rasa kepemilikan dan kepedulian yang muncul terhadap program yang dijalankan tersebut,” tambahnya.
Kelebihan lainnya dari sinergi program ini adalah adanya transfer of knowledge dan penguatan kapasitas amil di lembaga zakat mitra. Amil di LAZ Corporate bisa menyerap dan mengadopsi semua program yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa, mulai dari perancangan hingga penilaian kaji dampaknya.
Diakui Ketua Yayasan Hasanah Titik, Bambang Sutrisno, pihaknya merasa “puas” dengan kerja sama ini. “Secara operasional kami sangat terbantu, karena kami ‘menitip’ beberapa teman kami. Jadi ada transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas di pihak kami,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Dari sisi program pemberdayaan yang dikerjasamakan juga Bambang menilai semua berjalan dengan baik, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi dan evaluasi. “Dari sisi pemberdayaan, nama Dompet Dhuafa sudah mencerminkan kapasitasnya,” tukasnya.
Dalam sinergi antara YHT dan DD, setidaknya ada empat program yang dikerjasamakan di tahun 2015. Keempatnya adalah Community Farming Kopi Gayo di Aceh Tengah, Green Horti Padusan di Mojokerto, Sentra Ternak Sapi Perah Umbulharjo, dan pemberdayaan petani di Sukaraharja, Cianjur. “Total nilai kerja sama mencapai Rp1,2 milyar,” tukas Urip.
Di Tahun 2016 ini, beberapa portofolio program pendayagunaan yang akan dikerjasamakan adalah pengembangan agro industri gula kelapa di Pacitan dan Kulonprogo, budidaya kerang hijau di Serang, sentra sapi perah di Malang, dan program hortikultura di Banjarnegara.
Dompet Dhuafa juga mengajak lembaga-lembaga zakat coporate lainnya untuk menjadi bagian dari MPZ networking. Urip menargetkan dapat menggandeng 15 lembaga zakat corporate yang ada dengan rata-rata penghimpunan mencapai Rp 5 milyar. “Dengan sinergi ini, kita bisa semakin luas membentang kebaikan,” pungkasnya.




