SIT Nurul Akbar Dukung Pemulihan Penyintas Bencana Sumatera

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kepedulian terhadap penyintas bencana di Sumatera terus mengalir dari berbagai pihak, salah satunya melalui Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Akbar.

Sekolah ini menyalurkan donasi kemanusiaan melalui Dompet Dhuafa sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis pada Senin (22/12/2025) di lingkungan SIT Nurul Akbar, bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT) para guru yang menghadirkan Ustaz Aris Setyawan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas pendidik, tetapi juga sarana menumbuhkan nilai empati dan kepedulian sosial.
Kepala SIT Nurul Akbar, Sri Rahayu Julas Setianingsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa, orang tua siswa, serta para siswa yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi untuk penyintas bencana di Sumatera. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

Tak hanya melibatkan guru dan wali murid, kegiatan ini juga membuka ruang partisipasi aktif bagi siswa. Melalui peran OSIS, siswa dilibatkan langsung dalam proses penggalangan donasi sebagai bagian dari pembelajaran empati sejak dini. Keterlibatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memahami makna berbagi dan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

Hingga hampir dua bulan pascabencana, ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Januari 2026, sebanyak 166.579 jiwa masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menanggapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) terus menjalankan program bantuan hingga tahap pemulihan.

Bencana banjir dan longsor telah meninggalkan dampak panjang bagi kehidupan masyarakat Sumatra. Di tengah menurunnya perhatian publik, kepedulian bersama menjadi kekuatan penting untuk mendukung para penyintas agar dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here