JAKARTA – Setelah situs resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diretas para hacker karena mendukung pemblokiran game online yang berdampak buruk bagi anak-anak, KPAI menyatakan tidak takut dengan penjahat perlindungan anak.
“KPAI tidak akan takluk dengan penjahat perlindungan anak,” tegas Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh, kepada Jawapos, Senin (2/5/2016).
Asrorun mengaku, akan terus konsen melakukan advokasi serta pengawasan kebijakan yang tidak berpihak pada anak.
“Termasuk dalam pengawasan kasus-kasus yang banyak melibatkan orang kuat, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial. KPAI akan terus berkomitmen mewujudkan upaya perlindungan anak secara total,” katanya.
“Peretasan ini diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang mengambil untung dari kasus kejahatan anak,” ujarnya menambahkan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam pelaku peretasan website-nya. Pihaknya menduga, peretas situs tersebut tak lain adalah pihak yang tidak senang dengan penyelenggaraan perlindungan anak di Tanah Air.
Dia menambahkan, website merupakan bagian tidak terpisahkan dari entitas organisasi. Ketika terjadi upaya peretasan, maka sesungguhnya hal itu menjadi ancaman bagi KPAI sebagai organisasi negara dan masyarakat umum sebagai pihak yang memiliki hak untuk mendapatkan informasi.
Wacana pemblokiran game online sendiri awalnya diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setidaknya ada 15 game yang beredar saat ini berisi kekerasan dan berbahaya untuk anak-anak.
Game-game yang berbahaya untuk anak-anak itu adalah World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon, dan Shelshock. Kemudian Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, dan yang tak kalah populer Grand Theft Auto (GTA).
Sejak 1 Mei 2016 situs KPAI diretas dengan tampilan menjadi hitam semua dan ada gambar sketsa kelelawar. Sang hacker juga memasukkan lagu metal dan meninggalkan sebuah pesan.
“Zuhahaha.. You’re drunk? Fix ur sec first b4 talking about game (Kalian mabuk? Perbaiki keamanan kalian dulu sebelum berbicara tentang game)” tulis sang hacker.





