JAKARTA (KBK)—Hari ini ratusan orang dari berbagai ormas islam berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Rusia, Jakarta. Dalam orasinya mereka menuntut pemerintah Rusia agar menghentikan dukungan militernya kepada Presiden Bashar Al Assad. Seperti diketahui, perebutan kota Aleppo berakibat pada tewasnya rakyat sipil, tak terkecuali anak-anak.
Berdasarkan data yang dirilis OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) yang merupakan salah satu badan koordinasi kemanusiaan yang berada di bawah naungan PBB, setidaknya 37.000 orang telah terekstradisi dari Aleppo Timur, 14.700 orang berlindung di antara shelter dan 3.420 orang belum diketahui nasibnya. Sementara itu sesikitnya 19.000 pengungsi dari Aleppo Timur telah terdata di Aleppo Barat.
“Pembantaian rakyat sipil yang dilakukan oleh pemerintah Suriah berikut sekutunya Rusia dan Iran harus dihentikan. Kita sebagai sesama saudara muslim harus angkat bicara dan usir dubes Rusia,” teriak Nurdin koordinator massa dari Gerakan Kemanusiaan 212 di depan Kedubes Rusia, Jakarta, Senin (19/12/2016).
Nurdin mengatakan berdasarkan laporan terakhir yang dimilikinya, 93 persen daerah di Kota Aleppo, Suriah Utara telah dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah. Hal itu semakin menyiksa warga Aleppo yang sudah merana dan jauh dari kata HAM.
“Sampai saat ini kami belum mendengar pernyataan tegas dari pemerintan Indonesia, oleh karena itu kami turun, ” tegasnya.
Namun dari pantauan KBK di lapangan hingga pukul setengah satu siang belum ada satu pihak dari Kedubes Rusia yang bersedia menemui massa aksi.





