Solusi bagi Anak Korban Perundungan di Sekolah

Ilustrasi bullying. (Foto: CGN089/Shutterstock)

JAKARTA – Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budiantini, S.Psi, Psi, menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan anak yang mengalami trauma akibat perundungan di sekolah.

Menurut Direktur Lembaga Psikologi Daya Insan tersebut, dalam beberapa kasus, memindahkan anak korban perundungan ke sekolah yang lebih aman dapat menjadi solusi.

“Ada kalanya juga memang anak itu harus pindah sekolah, si korban gitu, ya,” katanya dilansir dari Antara.

“Karena trauma tadi, yang berkepanjangan, yang menghambat kemajuan sekolahnya, menghambat konsentrasi, melemahkan kesehatan mentalnya. Kalau kasus seperti ini memang disarankan anak tersebut masuk ke sekolah yang dirasa aman,” lanjut Sani.

Ia menekankan pentingnya memastikan anak berada di lingkungan sekolah yang aman dari ancaman perundungan. Keamanan tersebut mencakup aspek lingkungan, penanganan oleh guru, pengawasan yang baik, hingga dukungan fasilitas seperti CCTV.

Sani juga menambahkan, seharusnya pelaku perundunganlah yang dikenai sanksi pindah sekolah, bukan korban. Namun, jika korban sudah merasa sangat trauma dengan lingkungan sekolahnya, pindah sekolah dapat menjadi opsi terbaik.

Meski begitu, Sani mengingatkan bahwa pindah sekolah saja tidak cukup untuk memulihkan trauma korban perundungan. Anak tetap membutuhkan pendampingan psikologis dari tenaga profesional untuk memastikan kesehatan mentalnya pulih.

“Jadi ada pendampingan psikologis, tentunya ada pemeriksaan di awal untuk melihat intensitas atau sejauh mana hal tersebut mengganggu kesehatan jiwanya,” katanya.

Selain itu, Sani menekankan pentingnya peran sekolah dalam membangun sistem pendukung bagi korban perundungan.

“Lingkungan harus mendengarkan keluhan anak tanpa menghakimi, melabeli, atau menyalahkan mereka. Sikap menyalahkan hanya akan memperburuk kondisi mental korban,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here