Somalia Desak DK PBB Ambil Tindakan Atas Pembangunan Pangkalan Militer UEA

NEW YORK – Somalia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap pembangunan pangkalan militer Uni Emirat Arab (UEA) di Somaliland.

Berbicara di Dewan Keamanan, Selasa (27/3/2018) Abukar Osman, duta besar Somalia untuk PBB, mengatakan perjanjian antara Somalia dan UEA untuk mendirikan pangkalan di kota pelabuhan Berbera adalah “pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional”.

Osman juga meminta Dewan Keamanan untuk “mengambil langkah yang diperlukan untuk mengakhiri aksi-aksi ini.

“Pemerintah Federal Somalia sangat mengutuk pelanggaran terang-terangan ini, dan menegaskan kembali bahwa akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan yang berasal dari tanggung jawab utamanya untuk membela tidak dapat diganggu gugatnya kedaulatan dan kesatuan Somalia,” tambahnya, dilansir Aljazeera.

UAE memulai pembangunan pangkalan tahun lalu, di bawah kesepakatan dengan para pejabat di Somaliland, wilayah utara Somalia yang menyatakan kemerdekaan dari yang terakhir pada tahun 1991 setelah perang sipil.

Awal bulan ini, UAE mengatakan akan melatih pasukan keamanan Somaliland, termasuk polisi dan militer, sebagai bagian dari kesepakatan.

UAE secara bersamaan berinvestasi dalam mengembangkan pelabuhan itu sendiri, yang secara strategis terletak dekat dengan Yaman, di mana pasukan UEA telah berperang sebagai bagian dari koalisi militer Saudi yang dipimpin terhadap pemberontak Houthi sejak 2015.

Advertisement