MOGADISHU – Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed Farmaajo mengumumkan tiga hari berkabung nasional setelah serangan dua bom di Mogadishu yang telah menewaskan 231 orang.
“Kami akan menjalani tiga hari berkabung untuk korban yang tidak bersalah, bendera akan dikibarkan setengah tiang untuk bersatu dan berdoa bersama terror yang tidak akan menang,” kata Mohamed dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter resmi kepresidenan, dilansir Al Jazeera, Senin (16/10/2017).
Presiden juga mendesak warga untuk membantu mereka yang terkena dampak serangan tersebut.
“Saya meminta warga negara untuk keluar, memberikan bantuan, menyumbangkan darah dan menghibur orang yang berduka. Mari kita selesaikan ini bersama,” kata Mohamed.
Ledakan tersebut, digambarkan oleh warga Mogadishu sebagai yang paling kuat yang pernah mereka saksikan selama bertahun-tahun, juga menyebabkan puluhan orang terluka. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.




