LAMONGAN – Choirul Huda, kiper untuk klub papan atas Indonesia Persela Lamongan, telah tewas setelah bertabrakan dengan rekan satu timnya dalam pertandingan liga pada hari Minggu (15/10/2017).
Kisah tragis meninggalnya Huda tak hanya menggegerkan publik Indonesia pada umumnya dan pecinta bola pada khususnya. Bahkan kematiannya diberitakan hingga media internasional, diantaranya BBC, Guardian, Daily Mail, dan ABCnews.
Pemain berusia 38 tahun itu bertabrakan dengan Ramon Rodrigues dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento saat ia melepaskan tendangannya untuk menantang bola saat bermain melawan Semen Padang.
Sebuah pernyataan dari seorang dokter di Rumah Sakit Dr Soegiri Lamongan, yang dimuat di situs resmi Persela, mengatakan bahwa Huda mengalami “tabrakan traumatis” yang menyebabkan serangan jantung.
Dikatakan bahwa analisis awal menunjukkan dampaknya pada dada dan rahang bawah, mengakibatkan kemungkinan mengalami trauma dada, trauma kepala dan trauma leher.
Huda telah bergabung bersama Persela sejak 1999, bermain lebih dari 500 kali pertandingan, dan klub tersebut menggambarkannya sebagai “Legenda Sejati Persela” dalam sebuah penghargaan yang diungkapkan di Twitter.




