Stres, Pengungsi Sinabung Banyak Terserang Hipertensi dan Asam Lambung

Ilustrasi pengungsi Sinabung/ Foto: Tempo.co

MEDAN – Tiga tahun terakhir ini warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung yang tidak jelas nasibnya dan harus mengungsi di posko GBKP Simpang Enam Kabanjahe, Karo, rata-rata mengalami penyakit yang dipengaruhi faktor pikiran diantaranya hipertensi dan asam lambung.

“Pikiran yang tidak tenang bisa menjadi penyebab datangnya penyakit, apalagi di posko pengungsian, banyak warga yang tidak nyaman saat tidur,” kata Bidan di posko GBKP Simpang Enam Asal Tarigan, saat ditemui di posko, Senin (23/5/2016), seperti dilansir Republika.co.id.

Menurutnya , kondisi perekonomian memicu mereka banyak berpikir tentang kejelasan nasibnya, ditambah belum adanya kepastian mengenai pelaksanaan relokasi mereka ke tempat tinggal yang permanen.

Asal menambahkan jika faktor gizi tidak menjadi masalah bagi para pengungsi, walaupun nyaris setiap hari, pengungsi mengaku hanya mengonsumsi nasi dengan lauk ala kadarnya.

Elvina, seorang pengungsi mengaku tetap mendapat makan tiga kali sehari mereka mendapat jatah makan sebanyak tiga kali meskipun seadanya dan beberapa kali mereka hanya makan dengan nasi putih dan sayur.

Faktor keuangan untuk biaya sekolah anaknya juga menjadi beban pikiran baginya, “Memang makan tiga kali sehari tapi ya, ala kadarnya saja. Saat ini, kami juga sedang memikirkan cara untuk mencari uang sekolah anak yang SMA dan yang mau kuliah,” keluhnya.

Pengungsi lainnya, Noni Sembiring,berharap relokasi bisa segera diselesaikan jika memang ia dan pengungsi lainnya tidk dapat menempati wilayah tempat tinggalnya terdahulu di sekitar Gunung Sinabung.

Jika relokasi selesai, nasib mereka lebih jelas dan mereka dapat kembali mencari uang, “Jalan tiga tahun kami mengungsi. Carilah apa yang terbaik untuk kami, terutama anak sekolah kami. Kalau soal makan kami belakangan ini kurang. Banyak bantuan dari swasta, dari pemerintah kurang. Mohon mandirikan kami. Tolong perhatikan nasib kami para pengungsi,” ujar Noni lagi.

Saat ini, jumlah pengungsi di posko GBKP Simpang Enam Kabanjahe mencapai 1.519 orang yang terdiri dari 421 keluarga. Beberapa dari mereka saat mengungsi hanya membawa beberapa potong pakaian dan selimut.

Advertisement