Studi Baru Laporkan Taliban Aktif di 70 Persen Tanah Afghanistan

AFGHANISTAHN – Sebuah studi baru menemukan bahwa gerilyawan Taliban secara terbuka aktif di 70 persen tanah Afghanistan, menguasai hampir empat persen negara tersebut dan menempati  66 persen lainnya.

Studi yang dirilis oleh BBC pada hari Selasa (30/1/2018) tersebut menunjukkan bahwa pasukan Taliban menguasai sepenuhnya 14 distrik Afghanistan (empat persen di Afghanistan) dan secara terbuka aktif di 263 (66 persen) lainnya.

BBC melakukan penelitian di 399 distrik di Afghanistan antara 23 dan 21 November, dengan menggunakan jaringan para reporter yang berbicara kepada lebih dari 1.200 pasukan lokal di seluruh negeri.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hampir 15 juta orang,  setengah populasi, tinggal di daerah yang terkena dampak kehadiran Taliban.

Hasilnya secara signifikan lebih tinggi daripada penilaian terakhir dari 407 kabupaten oleh koalisi pimpinan NATO, yang mengatakan pada hari Selasa bahwa kelompok militan tersebut memperebutkan atau menguasai 44 persen distrik Afghanistan pada bulan Oktober 2017.

Studi BBC mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan menguasai 122 distrik, atau sekitar 30 persen dari negara tersebut, namun mencatat bahwa bahkan wilayah tersebut tidak aman dari serangan Taliban.

Namun seorang juru bicara pemerintah Afghanistan telah meremehkan temuan BBC.

Pentagon tidak secara langsung berkomentar mengenai studi BBC tersebut, namun menunjuk pada angka terbaru oleh NATO, yang menunjukkan bahwa hampir 56 persen wilayah Afghanistan berada di bawah kendali atau pengaruh pemerintah Afghanistan.

Studi BBC juga mengatakan bahwa teroris ISIS  Takfiri juga aktif di 30 distrik Afghanistan di timur dan utara, namun mereka tidak mengendalikan wilayah tertentu.

Studi tersebut dirilis di tengah lonjakan tajam serangan teror oleh keduanya dan ISIS melawan warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan.

Bahkan ibukota Afganistan pun tidak aman dari ISIS dan militansi Taliban.

Pekan lalu, Kabul diserang pemboman besar Taliban, yang melanda dekat misi diplomatik asing dan gedung-gedung pemerintah dan menewaskan lebih dari 100 orang.

Banyak bagian negara tetap diganggu oleh militansi meski ada ribuan tentara asing.

Amerika Serikat, di bawah kepresidenan Partai Republik George W. Bush  dan sekutunya menyerang Afghanistan pada tanggal 7 Oktober 2001 sebagai bagian dari perang yang disebut Washington melawan teror.

Serangan tersebut menyingkirkan Taliban dari kekuasaan, namun keresahan terus meningkat di negara Asia.

Advertisement