Jangan Sepelekan, Suara Serak Berkepanjangan Bisa Jadi Pertanda Tumor Tenggorokan

Ilustrasi. (Foto: thinkstock)

JAKARTA – Dokter spesialis THT-KL, dr Ika Dewi Mayangsari SpTHT-KL(K) FICS, mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala suara serak yang tidak kunjung sembuh atau membaik, karena bisa jadi merupakan tanda tumor tenggorokan

Tumor tenggorokan mengacu pada pertumbuhan sel secara abnormal yang menyerang bagian tenggorokan, seperti pita suara, amandel, dan orofaring.

Gangguan kesehatan ini tidak boleh disepelekan, karena National Cancer Institute menetapkan tumor tenggorokan adalah tumor yang tidak biasa.

Salah satu gejala yang bisa mengindikasikan gangguan kesehatan ini adalah suara serak atau terjadinya perubahan suara.

Ika menjelaskan bahwa gejala suara serak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Namun, dalam bidang onkologi kepala leher, penyakit yang harus diwaspadai yaitu terjadinya tumor di pita suara, mulai dari tumor kecil hingga tumor besar yang bersifat serius.

Dia mengeaskan, kondisi pita suara normalnya dalam keadaan licin atau halus. Apabila terdapat sedikit benjolan atau tumor di pita suara, maka pergerakan pita suara menjadi tertahan atau gerakan dan getaran pita suara menjadi tidak sempurna.

“Apabila tumor didiagnosis dengan baik dan tepat ditambah kondisi tumor yang semakin membesar atau termasuk tumor ganas, dikhawatirkan jalan napas dapat tertutup,” kata dokter dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu dilansir dari Antara, Kamis (24/11/2022).

Apabila kondisi tersebut terjadi, Ika mengatakan, dokter akan mengupayakan membuat by pass jalan napas dengan mencari jalan lain atau trakeostomi.

“Karena jalan napas yang ke atas sudah tertutup jadi harus membuat by pass dengan cara mencari jalan lain yaitu di depan leher. Jadi, kita buat suatu jalan atau lubang yang lokasinya ada di bawah pita suara yang langsung berhubungan dengan saluran napas bawah,” kata dia.

Pada tumor pita suara, selain suara serak dan sulit bernapas, gejala lain yang mungkin dapat muncul termasuk adanya benjolan di leher serta batuk darah.

Untuk menegakkan diagnosis, Ika menambahkan, dibutuhkan serangkaian pemeriksaan pada penderita mulai dari anamnesis atau riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan fisik THT, hingga pemeriksaan terhadap pita suara secara spesifik dengan menggunakan endoskopi serat lentur atau fleksibel endoskopi.

“Kalau ditemukan tumor, selanjutnya pemeriksaan penunjang CT scan dengan kontras dan juga melakukan biopsi atau jaringan tumor itu diambil sedikit sebagai sampel kemudian diperiksakan di bawah mikroskop untuk pemeriksaan pataloginya. Dilihat sel-sel apakah termasuk sel mengarah ke keganasan atau bukan keganasan,” tuturnya.