
DI TENGAH masa transisi dari pandemi ke epidemi Covid-19 ditandai melandainya kasus-kasus paparan varian virus Omicron (B1.1.529) asal Afrika, muncul subvarian baru XBB sampai di negara tetangga.
Jumlah total paparan Covid-19 di Indonesia, Selasa (18/10), menurut Satgas Covid-19 tercatat 6.460.165 kasus, bertambah 2.164 kasus, sedangkan yang sembuh 6.284.382 orang atau bertambah 1.431 orang dan yang meninggal 158.345 orang atau bertambah 18 orang dari hari sebelumnya.
Angka tersebut sudah jauh di bawah puncak serangan varian Delta (B.1.617) asal Inggeris pada 27 Juli 2021 yang menewaskan 2.069 orang dan pada 16 Feb. 2022 memapar 64.778 orang.
Walau subvarian virus XBB sejauh ini belum terteteksi di Indonesia, menutut Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, perlu dilacak terus karena sudah menyebar di 27 negara termasuk Singapura.
Walau belum terdeteksi keberadaan varian baru Omicron XBB di Indonesia, menurut Maxi, antisipasi terus dilakukan terutama mengenai program surveillance di pintu-pintu masuk kedatangan int’l seperti di Bandara Int’l Soekarno Hatta dan pelabuhan Batam yang berhubungan langsung dengan Singapura.
Bahkan dalam laman resmi pemerintah Singapura disebutkan, subvarian Omicron XBB memicu lonjakan kasus Covid-19 di negara itu dan saat ini sudah menjadi varian subdominan.
“Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang tiba dari negara dengan laporan XBB dan hasil PCR positif akan dilakukan whole genome sequencing (WGF atau urutan genom menyeluruh), “ ujarnya.
Sementara Jubir Kemenkes Moh. Syahril menyebutkan, kemunculan sub variab baru Covid-19 merupakan reaksi alamiah dari virus tertentu yang selalu bermutasi guna mempertahankan hidupnya.
Menurut Syahril, mutasi virus biasanya memiliki tingkat penularan lebih rendah dibandingkan dengan varian pendahulunya, namun demikian ia tetap meminta warga tetap mematuhi prokes Covid-19.
“Apa pun bentuk varian virusnya, pencegahan melalui prokes harus tetap dilakukan, “ujarnya. (ns)




