JAKARTA – (KBKNEWS) – 6/9 – HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi yang selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan orang lanjut usia, kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia lebih muda.
Masalahnya, tekanan darah yang terus-menerus tinggi bukan hanya meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Dalam jangka panjang, hipertensi juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau aritmia,
Dikutip dari laman Kemenkes, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18-24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok 25-34 tahun.
Fakta tersebut mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.
Data SKI 2023 secara jelas menggambarkan kejadian hipertensi di kalangan anak muda. Berdasarkan diagnosis dokter kelompok umur 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4% dan kelompok umur 25-34 sebesar 1,8 persen.
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Budi Ario Tejo, SpJP(K) dari Siloam Hospitals mengatakan hipertensi dapat mengubah struktur jantung, khususnya di ventrikel.
“Pada beberapa literatur juga menyebutkan bahwa dalam satu tahun sudah mulai terjadi perubahan di struktur ventrikel kirinya. Jadi itu sangat kasuistik dan bervariasi,” kata dr Budi dalam konferensi pers daring, Kamis 3/2).
Namun, dr Budi menambahkan bahwa saat ini belum bisa ditentukan berapa tahun aritmia itu muncul kepada mereka yang diketahui memiliki hipertensi.
Antisipasi sejak dini, dengan menerapkan pola hidup sehat termasuk makan, tidur dan olah raga teratur serta menghindari stress perlu dilakukan. (detik.com/ns)





