Sudah Boleh Pulang, Pengungsi Gempa lembata Masih Banyak yang Takut

Ilustrasi Salah satu tenda pengungsian Gempa Lembata/ Tribunnews

KUPANG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB) Geologi Bandung menyebut dua desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih rawan longsor.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday  mengatakan kedua desa itu adalah Desa Lamagute dan Waimatan di Kecamatan Ile Ape Timur.

Karenanya warga masih tetap bertahan di penampungan sementara, padahal sudah lebih dari sepekan ini sudah tidak ada lagi gempa.

Dia mengatakan, tim lapangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang meneliti gempa dan aktivitas gunung api di Lembata sudah mengeluarkan rekomendasi.

Dalam rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata itu, masyarakat dibolehkan untuk kembali.

“Rekomendasi itu, tentu harus disampaikan terlebih dahulu kepada masyarakat, sehingga mereka tahu dan meresponsnya,” katanya.

Pemerintah,  tidak bisa memaksa agar masyarakat kembali ke kampung masing-masing.

Hal yang dilakukan sekarang, adalah meyakinkan masyarakat bahwa gempa telah melemah sehingga masyarakat sudah bisa pulang.

Khusus untuk pengungsi yang menempati rumah jabatan, dia mengatakan baru selesai memberikan penjelasan kepada mereka tentang kondisi terakhir di lapangan.

Menurut dia, pada umumnya siap untuk kembali ke rumah masing-masing dan pemerintah akan memfasilitasi kepulangan mereka. Jika tak ada halangan, hari ini Rabu, (18/10/2017) pagi, para pengungsi dari Rujab sebanyak 326 orang akan dipulangkan.

Advertisement