Sudah Tiga Hari Ghouta Timur Diserang, Petugas Kesehatan Kewalahan Tangani Korban Sipil

Korban serangan udara di Ghouta Timur termasuk anak-anak dan wanita/ Anadolu

SURIAH – Serangan pemerintah baru-baru ini di daerah pemberontak di dekat Damaskus, menewaskan warga sipil Suriah,  dimana petugas medis  kewalahan menangani korban selamat dari hari paling berdarah di Suriah dalam beberapa bulan.

Distrik Ghouta Timur, yang dikendalikan oleh faksi-faksi pemberontak termasuk kelompok Islam, mengalami beberapa pertumpahan darah terburuk di tahun-tahun pada hari Selasa (6/2/2018), ketika 80 warga sipil terbunuh.

Untuk hari ketiga berturut-turut, pesawat tempur rezim kembali Rabu (7/2/2018) pagi untuk serangan baru di daerah kantong tersebut, dengan jumlah korban tewas meningkat menjadi 34 warga sipil termasuk belasan anak-anak, seperti didata Lembaga Pemantau  Hak Asasi Manusia untuk Suriah.

“Jumlah korban meninggal di hari tewaskan 80 orang adalah “korban sipil tertinggi di Suriah dalam hampir sembilan bulan, dan salah satu hari paling berdarah untuk Ghouta Timur dalam beberapa tahun,” kata Direktur Lembaga tersebut, Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Dia menambahkan, sembilan belas anak-anak dan 20 perempuan termasuk di antara korban tewas, dan sekitar 200 lainnya cedera.

Advertisement