Sukabumi KLB Campak

Ilustrasi/ vemale.com

SUKABUMI – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menetapkan Kota Sukabumi, Jawa Barat menjadi daerah kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak yang mayoritas menjangkiti anak di bawah umur dan balita.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ritanenny, mengungkapkan, “Kami beserta pihak puskesmas dan posyandu sudah berupaya mengedukasi warga bahwa vaksin imunisasi yang dikeluarkan oleh pemerintah asli dan aman, namun sayangnya masih banyak warga yang belum sadar akan pentingnya imunisasi campak,” katanya di Sukabumi, Jumat (30/9/2016).

Investigasi epidemologi oleh petugas dinkes dan puskesmas se-Kota Sukabumi ke setiap rumah menuai hasil terdapat sekitar 70 anak yang terkena penyakit campak se-Kota Sukabumi.

Sampel darah yang diambil sudah dikirim ke PT Bio Farma untuk dilakukan uji laboratorium. Dari 70 anak yang terkena penyakit tersebut, sebanyak 67 anak dinyatakan positif yakni sebanyak 60 anak dari Kota Sukabumi dan tujuh anak dari Kabupaten Sukabumi, tetapi yang tinggal di Kota Sukabumi.

“Atas dasar tersebut, kami menetapkan kasus penyakit campak ini menjadi KLB campak. Sedangkan yang menjadi salah satu dasar dan alasannya sebab kasusnya selama 2 bulan terakhir mengalami peningkatan,” tambahnya, dikutip dari Antara.

Rita mengatakan setelah kasus penyakit tersebut ditangani dan ditanggulangi, sampai saat ini tidak terjadi komplikasi dan kematian pada anak yang terserang penyakit tersebut.

Dikatakannya, sebenarnya penyakit campak ini dapat dicegah yakni dengan memberi imunisasi campak kepada anak sebanyak tiga kali yakni saat usia sembilan bulan, 24 bulan dan pada anak usia Kelas 1 SD.

Advertisement