DHAKA—Hujan deras mengguyur Dhaka dan sekitarnya pada Selasa (15/9) kemarin. Genangan pun muncul di sejumlah sudut kota. Bahkan, banyak jalanan yang terendam air hingga selutur orang dewasa. Anehnya, air yang menggenangi kota Dhaka berwarna merah darah. Warga pun menyebutnya “sungai darah”.
Warna merah di banjir tersebut memang karena darah. Pasalnya, dimulai sehari sebelumnya, puluhan ribu hewan kurban, mulai dari kambing, domba maupun sapi disembelih di sejumlah tempat di Dhaka. Namun, karena warga yang menyembelih kurban tidak menyiapkan tempat khusus, darah pun tumpah ke mana-mana. Akhirnya terbawa air hujan.
Warga Bangladesh pun ramai-ramai mengunggah “sungai darah” ini melalui media sosial. Namun demikian, kondisi ini tak menghalangi warga untuk beraktivitas seperti biasa.
Khandker Millatul Islam, Wakil Kepala Dinas Kebersihan Dhaka Selatan megatakan, genangan air menjadi masalah sejak lama di Dhaka. Ia mengaku pihaknya terus mengupayakan mengatasi masalah ini.
Sebenarnya, pemerintah telah menyediakan tempat-tempat khusus bagi warga untuk menyembelih hewan kurban. Ada sekitar 1000 titik lokasi yang disiapkan, 496 di kawasan utara, dan 504 di bagian selatan kota. Namun demikian warga enggan mendatangi tempat itu, dan tetap menyembelihnya di sekitar rumah mereka sendiri. “Tempatnya terlalu jauh dari rumah,” ujar salah satu warga kepada The Dhaka Tribune.





