
CIANJUR – Banjir setinggi 1,2 meter sempat merendam perkampungan di Cianjur, Jawa Barat, dan membuat 32 Kepala Keluarga (KK) sempat mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya mengatakan banjir yang melanda Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Gekbrong, akibat curah hujan tinggi membuat debit air sungai meningkat, sehingga luber mengenangi perkampungan pada Sabtu (17/2).
“Tidak ada korban jiwa, namun dari kedua kecamatan tercatat puluhan kepala keluarga mengungsi karena air meredam rumah sekitar 30 sampai 1,2 meter. Banjir juga menyebabkan tiga rumah rusak sedang di Kecamatan Karangtengah dan belasan lainnya rusak ringan,” kata Asep.
Pihaknya langsung mengirim petugas ke lokasi guna melakukan pendataan dan mengevakuasi warga ke tempat yang dinilai aman dari banjir karena kejadian di dua kecamatan nyaris bersamaan pada Sabtu petang.
“Minggu pagi seluruh warga sudah kembali pulang dan membersihkan rumahnya dari lumpur sisa banjir. Seiring masih tingginya curah hujan yang turun, kami minta warga untuk tetap siaga dan waspada serta segera mengungsi jika debit air sungai meningkat,” katanya.
Kordinator Lapangan PMI Cianjur Deni Rismanda mengatakan terkait banjir di dua kecamatan, pihaknya menyebar belasan relawan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan cepat agar banjir tidak meluas dengan melakukan pembersihan sampah di aliran sungai.




