JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Masjid Jamie Khairul Amal menyelenggarakan Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan pada Ahad (15/2/2026), di Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim di lingkungan masjid menerima santunan.
Selain sebagai ajang menyambut Ramadan, kegiatan ini juga bertujuan menggalang dana untuk disalurkan kepada penyintas banjir bandang di Sumatra. Dompet Dhuafa turut menghadirkan layanan cek kesehatan gratis melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan gula darah, asam urat, hipertensi, dan kolesterol di booth yang disediakan.
Acara tersebut menghadirkan dai nasional Ustaz Muhammad Nur Maulana. Turut hadir General Manager Fundraiser Dompet Dhuafa Yudha Andilla, General Manager Resources Mobilization (Remo) Ahmad Faqih Syarafaddin, Retail Fundraising Officer Yayat Ahmad, Kepala Desa Lambangsari Pipit Haryanti, serta Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Sarji.
Ketua DKM Sarji menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama Dompet Dhuafa. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus terjalin dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Maulana mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebaik mungkin. Ia mengingatkan bahwa pahala di bulan suci dilipatgandakan.
“Apalagi di bulan suci Ramadan itu dilipatgandakan 70 kali lipat pahalanya,” ujar dia.
Ia juga mendorong masyarakat menyalurkan kebaikan melalui Dompet Dhuafa yang dinilainya telah terpercaya dan amanah dalam mendistribusikan bantuan.
Sementara itu, Yudha Andilla menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan DKM Masjid Jamie Khairul Amal dan masyarakat Desa Lambangsari sehingga kegiatan dapat terlaksana.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha memperkenalkan tema Ramadan Dompet Dhuafa tahun ini, yakni “Ramadan Kalcer”, yang bertujuan mendorong zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) menjadi gaya hidup.
“Kita ingin semua generasi menjadikan Ziswaf sebagai sebuah lifestyle. Jadi sebelum beli kopi dan nongkrong, kita tetap berinfak dan sedekah tidak lupa,” kata Yudha.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama (hablum minannas), sebagaimana dalam Al-Qur’an shalat kerap disandingkan dengan zakat.
Yudha berharap masjid tidak hanya menjadi pusat aktivitas ritual, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, seperti kelaparan, putus sekolah, pengangguran, dan kemiskinan.
“Mudah-mudahan masjid ini bisa menjadi solusi dari segala persoalan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial diyakini dapat meminimalisasi potensi kejahatan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi dorongan semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial dalam menyambut Ramadan tahun ini.





