Tahan Lapar, Warga Sudan Selatan Makan Daun Pahit

warga Sudan Selatan hadapi kelaparan/ AFP

SUDAN SELATAN – Warga Sudan selatan makan daun langsung dari pepohonan untuk  menahan lapar ketika persediaan makanan di daerah yang dilanda bencana kelaparan tersebut sudah habis.

Hal tersebut diungkapkan sebuah kelompok bantuan kemanusiaan,  Senin (10/4/2017). Dewan Pengungsi Norwegia(NRC) mengatakan desa-desa di luar Aweil Pusat County di utara negara itu berada di ambang kelaparan, yang dideklarasikan sejak bulan Februari lalu.

“Makan makanan liar dimakan masyarakat  untuk bertahan hidup dari  krisis pangan,” kata Direktur NRC negara Sudan Selatan, Rehana Zawar.

“Daun pahit yang berasal dari pohon lalop dimakan oleh mereka, dimana kandungan gizinya sangat sedikit,” tuturnya.

Sekitar  100.000 orang sudah dalam keadaan kelaparan di kabupaten Leer dan Mayendit, dan badan-badan bantuan telah memperingatkan satu sama lain bahwa jutaan warga  beresiko kelaparan  dalam beberapa bulan mendatang.

“Sekitar 40 persen dari orang-orang di Amothic makan daun pohon. Sekitar setengah dari desa makan biji-bijian,”kata Deng Yel Piol (48),  kepala desa di Aweil Pusat, dikutip dalam laporan NRC, seperti dilansir Guardian.

Menurut NRC, konsumsi biji sangat mengkhawatirkan di masyarakat petani, karena mereka tidak akan memiliki cadangan benih biji untuk ditanam di lahan pertaniannya.

Kelaparan telah membuat lebih dari 60.000 dari wilayah utara melarikan diri ke Sudan dalam tiga bulan pertama 2017, menurut badan pengungsi PBB.

Hal ini diperparah krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh pertempuran, dimana ribuan melarikan diri setiap hari ke Uganda, yang kini menjadi kamp pengungsi terbesar di dunia.

Lebih dari 1,7 juta telah meninggalkan negeri ini dan 1,9 juta lainnya mengungsi.

Advertisement