Tahun 2016 Jadi Tahun Terkelam Bagi Anak Suriah

Ilustrasi seorang anak perempuan sedang bermain di tengah reruntuhan bangunan di Aleppo

JENEWA – Tahun 2016 menjadi tahun terburuk sepanjang masa bagi warga Suriah, terutama anak-anak karena jumlah anak yang meninggal dunia paling banyak terjadi di tahun 2016.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani anak-anak, UNICEF  menyebutkan sedikitnya 625 anak meninggal dunia pada 2016, artinya meningkat 20% dari 2015. 255 di antaranya meninggal di dalam atau dekat sekolah.

Angka itu semata-mata mencakup jumlah korban yang telah diverifikasi. Artinya, jumlah yang sebenarnya mungkin bisa lebih besar.

Selain anak-anak yang meninggal dunia, UNICEF meyakini ada lebih dari 850 anak direkrut untuk bertempur pada 2016, dan jumlah tersebut dua kali lipat dari 2015.

Mereka yang direkrut ditempatkan di garis depan, atau dalam kasus ekstrem, dijadikan algojo, pembom bunuh diri, atau sipir penjara.

“Dalamnya penderitaan mereka tak pernah terjadi sebelumnya. Jutaan anak di Suriah diserang setiap hari, hidup mereka dijungkirbalikkan,” kata Geert Cappelaere, direktur regional UNICEF untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, dari Homs, Suriah, seperti dilaporkan BBC, Senin (13/3/2017).

UNICEF memperkirakan enam juta anak bergantung pada bantuan kemanusiaan akibat perang sipil yang pada pekan ini genap berlangsung enam tahun.

Sebanyak 2,3 juta anak telah kabur dari Suriah, namun 2,8 juta lainnya adalah yang paling rentan dan tmasih berada di Suriah. Mereka berada di kawasan yang sulit dijangkau, termasuk 280.000 yang terperangkap di zona perang, kata UNICEF.

 

Advertisement