CIANJUR – Sepanjang tahun 2016, Dinas Kesehatan Cianjur Jawa Barat mencatat kejadian luar biasa (KLB) penyakit di wilayah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu.
“Meningkatkan kesadaran warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi modal dinkes untuk menurunkan resiko KLB,” kata Sekretaris Dinkes, Agus Haris melalui Staf Administrasi Bagian KLB, Lelis, di Cianjur, Jumat (16/12/2016).
Kejadian luar biasa meliputi kasus serta penyakit yang ditemukan di lingkungan warga, seperti campak, dipteri, tetanus, DBD dan keracunan, berdasarkan data Dinkes Cianjur, kasus keracunan menjadi yang tertinggi.
Pihaknya mencatat hingga akhir Agustus terjadi dua kali keracunan massal, di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Cikadu dengan korban 115 orang dan di Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, 21 orang korban keracuanan.
“Dibandingkan tahun lalu angkanya menurun, dimana tahun lalu terjadi keracunan massal sebanyak empat kali dengan total korban mencapai 270 orang. Berbeda dengan kejadian luar biasa lain yang dapat diantisipasi, keracunan sifatnya kejadian yang tidak diduga namun melihat momentum,” katanya.
Menurut dia, peristiwa keracunan massal di wilayah tersebut selalu diakibatkan hal serupa, yakni makanan kadaluwarsa, dimana bahan dasar makanan yang kurang berkualitas serta pengolahan yang tidak higienis membuat bakteri mudah tumbuh dalam nasi kotak.
“Apalagi mayoritas warga menyimpan nasi kotak dalam waktu yang cukup lama karena acara yang baru dimulai beberapa jam kemudian. Terkadang yang punya hajat membeli bahan sayur dan ayam yang bukan kualitas bagus. ditambah pengolahannya higienis, termasuk waktu memasak tidak diperhitungkan,” katanya.
Sedangkan kejadian luar biasa lainnya yang terjadi di Cianjur, kasus dipteri. Dimana Kabupaten Cianjur termasuk dalam daerah endemik, meskipun tahun ini tidak ditemukan.
“Dipteri mirip gondokan yang terlihat di leher, gejalanya mirip. Kalau sudah parah, tenggorokan bisa dilubangi untuk membuat saluran pernafasan baru. Tahun ini tidak temukan dipteri, meskipun tahun lalu ada tiga kasus dan tahun sebelumnya mencapai 8 kasus,” katanya, dikutip dari antara.
Pihaknya terus mengimbau warga mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena dengan hal tersebut dapat melindungi warga dari serangan penyakit berbahaya dan menular sekalipun seperti DBD yang semakin menurun tahun ini.





