Tahun Baru Imlek Seru di Indonesia

Ilustrasi Tahun Baru Imlek. (Foto: indonesia.travel)

JAKARTA – Indonesia memiliki populasi keturunan Tionghoa yang cukup besar. Sebagian besar dari mereka telah menetap di berbagai wilayah Tanah Air selama bertahun-tahun, mewariskan tradisi mereka dari generasi ke generasi.

Budaya Tionghoa merupakan bagian dari identitas Nusantara yang istimewa. Salah satu tradisi terbesar mereka, yaitu Tahun Baru Imlek, dinyatakan sebagai hari libur nasional yang setiap kalinya selalu dirayakan dengan meriah dan penuh kegembiraan di seluruh Nusantara.

Saat Tahun Baru Imlek, keluarga Tionghoa yang anggotanya mungkin sedang tinggal berjauhan akan meluangkan waktu untuk berkumpul, bercanda tawa, dan menikmati makan malam bersama. Lalu, esok paginya mereka akan berkunjung ke kuil atau kelenteng untuk berdoa dan membakar dupa.

Untuk menyambut kesempatan yang penuh suka cita ini, deretan lentera serta lilin-lilin merah biasanya sudah menghiasi setiap bagian klenteng. Selama dua minggu, sekelompok barongsai akan menari mengelilingi kota diiringi tabuhan genderang dan simbal yang lantang.

Singa warna-warni ini berlenggak-lenggok seiring penari di dalamnya menarikan gerakan yang dinamis, menambah kemeriahan. Para penonton akan memberikan amplop merah berisikan uang alias ang pao ke mulut barongsai tersebut, untuk memperoleh keberuntungan.

Kamu siap untuk merasakan serunya Tahun Baru Imlek di Tanah Air? Berikut ini sejumlah destinasi terbaik untuk merayakannya:

Batam dan Bintan

Batam dan Bintan merupakan dua tempat favorit untuk merayakan Imlek. Wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan sekitarnya, seringkali berbondong-bondong datang ke sini untuk bersembahyang di klenteng-klenteng yang ada di sekitar sini.

Di Bintan, terdapat satu klenteng tua unik yang wajib kamu singgahi. Dikenal dengan nama Klenteng Tien Sang Miau, klenteng yang sudah berumur kurang lebih 3 abad ini bangunannya amat unik karena diselimuti oleh akar pohon beringin.

Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Kepulauan Riau

Masih berada di Kepulauan Riau, selama enam hari pertama di awal bulan penanggalan Tionghoa, Kota Selatpanjang, yang merupakan ibu kota Kepulauan Meranti, menjadi semarak dengan diadakannya tradisi perang air. Masyarakat Tionghoa setempat menamai tradisi ini Cian Cui.

Sebagai salah satu daya tarik utama Kota Selatpanjang, Cian Cui tidak melulu dirayakan oleh keturunan Tionghoa setempat, tetapi juga masyarakat Selatpanjang lainnya yang melingkupi etnis Melayu, Jawa, Minang, dan lain-lain.

Bahkan, mereka yang berasal dari luar Selatpanjang pun turut ikut serta dalam tradisi tersebut. Bersama-sama, mereka semua berbaur dan bergembira menikmati asyiknya saling menyiram air satu sama lain.

Palembang, Sumatra Selatan

Di ibu kota Sumatra Selatan, Palembang, perayaan Imlek biasanya berpusat di Pulau Kemaro, pulau mungil di tengah-tengah aliran Sungai Musi, di mana kamu bisa menjumpai deretan pagoda dan klenteng-klenteng.

Sebelum tibanya Cap Go Meh, yang merupakan puncak perayaan Imlek, berbagai kompetisi, pertunjukan seni, dan pesta kuliner, akan digelar. Beberapa kegiatan menarik yang bisa kamu jumpai terdiri dari bazar kuliner, pertunjukan Tai Chi, serta masih banyak lagi.

Sesaatnya Cap Go Meh tiba di hari ke-15, ribuan masyarakat etnis Tionghoa dari Palembang dan daerah lain di Indonesia akan berkumpul di Pulau Kemaro untuk berdoa dan melakukan ziarah.

Singkawang, Kalimantan Barat

Singkawang, Kalimantan Barat, juga merupakan destinasi perayaan Tahun Baru Imlek yang luar biasa seru. Kota yang terletak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Pontianak ini selalu berubah menjadi kota yang ramai ketika Imlek.

Suasana akan semakin meriah saat Cap Go Meh tiba. Masyarakat Tionghoa dari seluruh Singkawang, dan bahkan di luar wilayah, sering kali berbondong-bondong ke Singkawang untuk merayakan hari spesial tersebut bersama keluarga dan teman.

Hal unik yang membedakan Cap Go Meh di sini dengan daerah lainnya di Indonesia adalah salah satu atraksinya, yaitu Pawai Tatung. Bertujuan untuk menangkal musibah sepanjang tahun, pawai yang satu ini adalah bagian penting dari Cap Go Meh di destinasi ini, untuk mengusir roh-roh jahat, dan membersihkan kota serta klenteng-klenteng dari kejahatan juga malapetaka.

Sebelum Pawai Tatung dimulai, para peserta Tatung akan masuk ke dalam kondisi di mana mereka secara ajaib mampu melakukan sejumlah aksi yang sulit dipercaya, mulai dari menginjak pedang, hingga menusukkan benda tajam lewat pipi atau lidah mereka.

Meskipun aksi tersebut terlihat menyakitkan, mereka sama sekali tidak mengalami cedera. Tidak hanya pria, para wanita dan anak-anak pun ikut serta dalam ritual ini.

Jakarta

Di Jakarta, perayaan Tahun Baru Imlek yang meriah dapat dirasakan di kawasan Petak Sembilan dan Glodok. Selagi mengelilingi kawasan yang dikenal sebagai daerah Pecinan ibukota ini, kamu bisa mampir ke Vihara Dharma Bhakti yang melegenda.

Dibangun pada 1650, tempat ibadah ini dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di Jakarta. Sederet pusat perbelanjaan tampak marak dihiasi oleh dekorasi Tahun Baru Imlek yang kental dengan warna merah dan kuning.

Di momen yang istimewa ini, banyak orang akan berkumpul di restoran untuk menyantap hidangan khas Imlek bersama keluarga. Berbagai pertunjukan khusus bertemakan Imlek juga biasanya ramai diadakan di sejumlah pusat keramaian kota.

Semarang, Jawa Tengah

Tahun Baru Imlek juga dirayakan dengan meriah di Semarang, ibu kota Jawa Tengah, di mana utusan Kekaisaran Tiongkok, Laksamana Cheng Ho mendarat di tanah Jawa. Tempat pertama yang pertama kali beliau singgahi sendiri adalah Klenteng Sam Poo Kong, klenteng  yang berdiri megah di bagian barat kota.

Di sini, kamu bisa menelaah arsitektur khas Tionghoa yang luar biasa juga melihat gagahnya patung perunggu Laksamana Cheng Ho. Selain itu, kamu juga wajib mampir ke kawasan pecinan di kota ini, yaitu Pasar Semawis, yang kerap kali dipadati oleh pengunjung saat Pasar Imlek diselenggarakan setiap tahunnya.

Deretan dekorasi, pakaian, pernak-pernik, juga bahan makanan khas Imlek tersedia untuk dibeli di sini. Sepanjang Gang Pinggir dan Srawung juga disulap menjadi area di mana masyarakat bisa menikmati berbagai macam pementasan.

Sejumlah sajian menarik mulai dari tarian, musik, sampai pertunjukan khas Tionghoa seperti Wayang Potehi, Gambang Semarang, Twa Kok Djwee, Barongsai, permainan toya, dan Wushu, semuanya bisa kamu nikmati.

Solo, Jawa Tengah

Di Kota Solo, Jawa Tengah, Tahun Baru Imlek biasa dirayakan di kawasan Pasar Gede, yang lokasinya tak jauh dari Klenteng Tien Kok Sie. Di sini, Imlek enggak cuma dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa, tapi juga orang Jawa setempat.

Mereka rutin mengadakan festival tradisional unik yang dikenal dengan nama Grebeg Sudiro sebelum dimulainya Tahun Baru Imlek. Kata ‘grebeg’ sendiri merupakan istilah Jawa yang biasanya dipakai untuk perayaan tradisional yang berkaitan dengan acara-acara Islam.

Layaknya perayaan ‘grebeg’ pada umumnya, festival ini juga identik dengan parade ‘gunungan’ atau tumpeng raksasa yang terdiri dari berbagai macam buah, sayuran, atau kue yang nantinya akan diperebutkan oleh para hadirin yang ikut serta.

Tradisi merebut hasil bumi ini berdasar pada ajaran Jawa yang mengatakan bahwa ‘ora babah, ora mamah’ yang artinya tidak ada makanan tanpa perjuangan. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan ragam pertunjukan seni tradisional Jawa dan Tiongkok.

Sumber: indonesia.travel