JAKARTA – Sepanjang tahun 2016, sejak Januari – Juli 2016, Polda Metro Jaya mencatat ada sebanyak 239 laporan kekerasan seksual terhadap anak di Jadetabek. Data itu dihitung sejak awal Januari sampai Juli 2016.
Selain kekerasan seksual, tercatata juga 88 laporan anak mengalami kekerasan fisik, serta 17 laporan kekerasan psikis terhadap anak. Bahkan angka tersebut diyakini bisa lebih tinggi, karena banyak juga korban yang tidak melapor pada kepolisian.
“Saya yakin sebenarnya angkanya lebih tinggi dari itu. Banyak yang tak melapor soalnya,” kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Suparmo di Jakarta, Selasa (9/8/2016).
Sementara itu Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Seto Mulyadi mengatakan, tingginya kekerasan seksual terhadap anak di Jadetabek menunjukkan masyarakat masih antipati terhadap hal tersebut.
Menurutnya kejahatan seksual terhadap anak memberikan tempat tersudut bagi anak. Pertama, pelakunya sebagian besar orang dekat. Kedua, setelah peristiwa terjadi, anak kerap kembali jadi korban karena keluarga merasa itu aib. Apalagi ketika pelakunya masih keluarga.
Jakarta dikatakan Kak Seto, masih tertinggal dalam hal pembentukan pengawasan warga terhadapa aksi kekerasan, padahal hal ini diyakini mampu mencegah kekerasan terulang.
Caranya yakni dengan membentuk Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT maupun RW. Misalnya Kompleks Cirendeu Permai, RW 12 di RT 1 dan 2 di Kota Tangerang Selatan sudah dilengkapi dengan Satgas Perlindungan Anak. Begitu juga di Banyuwangi dan Bengkulu Utara.
Menurutnya, Satgas Perlindungan Anak akan membuat segalanya lebih terjangkau dan mudah kelihatan. “Ketika ada anak yang kerap dikasari orangtua, maka Satgas bisa cepat tahu dan menegur,” tuturnya, dikutip dari sindonews.
Begitu pula saat terjadi pelecehan seks terhadap anak yang tak dilaporkan, Satgas bisa lekas memberitahu polisi. Untuk itu ia berharap Jakarta akan mengikuti langkah yang telah dilakukan Tangerang, Banyuwangi dan Bengkulu Utara.
Ia yang mengaku baru sekali mengungkapkan hal ini pada Gubernur DKI Jakarta Ahok, mengatakan akan kembali mengingatkan Ahok. “Nanti kalau saya bertemu beliau lagi, akan saya sampaikan lagi nanti,” pungkasnya.




