KUDUS – Korban banjir warga Dukuh Barisan, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah mengeluhkan lambannya bantuan dari pemerintah Kabupaten Kudus.
Warga yang rumahnya terendam banjir sejak dua minggu yang lalu, dan tidak ikut mengungsi terpaksa makan seadanya karena tidak dapat melakukan aktivitas masak-memasak maupun kebutuhan sehari-hari.
Bronto, ketua RT 1 RW 2 Dukuh Barisan Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, di Dukuh Barisan mengatakan ada sebanyak 130 kepala keluarga (KK), setengah dari warga telah mengungsi, namun masih banyak juga yang bertahan di rumah masing-masing. Meski rumah tersebut, terendam banjir dengan ketinggian 50 cm hingga 60 cm.
“Warga yang mengungsi rata-rata adalah anak-anak, lansia maupun perempuan, Sedangkan kaum laki-laki tetap bertahan di rumah untuk menjaga harta benda mereka. Sebab ada puluhan sepeda motor milik warga yang diungsikan di tepian jalur Lingkar Selatan Kudus,” ujarnya.
Dikatakan Bronto selama hampir dua minggu sejak kejadian banjir, warga yang tidak mengungsi belum ada perhatian dari pemerintah. Seperti untuk kegiatan pembuatan dapur umum ataupun pengobatan massal.
“Aktivitas warga sudah lumpuh, tidak dapat memasak dan sebagainya. Bahkan banyak yang terserang berbagai penyakit,” keluh Bronto.
Sekretaris Desa Jati Wetan M Yakub mengatakan ada 133 warga dari 3 Dukuh yakni Dukuh Barisan Dukuh Gendok dan dukuh Tanggulangin yang mengungsi diaula balai desa Jati Wetan, dimana dimungkinkan para pengungsi korban banjir akan bertambah karena kondisi air masih cukup tinggi di perkampungan.
“Desa Jati Wetan berada di cekungan sehingga kalau terjadi banjir sulit surutnya, saat ini ada rumah yang tergenang banjir sampai 80 cm. Kami tidak dapat berbuat apa-apa karena air banjir sulit dibuang ke sungai Wulan dengan kondisi sungai Wulan yang level siaga 3,” ungkapnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Minggu (18/2/2018).





