PEMALANG – Nasib nahas menimpa seorang kakek, bernama Tinggal, warga Rt 13/Rw 2, Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang terpaksa tinggal di kebun dekat rel kereta api.
Dia yang juga hidup dalam kemiskinan terpaksa membuatnya tak bisa berobat meskipun kondisinya sedang sakit. Kartu Indonesia sehat yang dimiliki tak bisa digunakan karena harus bayar iuran.
Dia hidup, makan, minum, dan tidur di kebun yang lebih mirip seperti semak belukar. Tak ada gubug atau atap serta bilik, dia hanya menggunakan selembar alas tidur dari plastik bekas spanduk .
Dia menempati kebun ini sudah sekitar tiga bulan ini dan hanya berbekal belas kasihan orang untuk bertahan hidup. Kondisi ini semakin memprihatinkan, karena pria tua ini menderita sakit dan membutuhkan perawatan medis.
“Kadang saya ini istirahat di gubuk tepi jalan. Namun bangunan tersebut sering digunakan untuk berjualan, sehingga harus kembali lagi ke tengah kebuh penuh pepohonan,” kata Tinggal kepada iNewsTV, Sabtu (15/8/2018).
Warga desa yang mengetahu kondisi ini berusaha memberikan pertolongan dengan membantu seadanya. Namun, untuk upaya mengobati sakitnya kesulitan karena Kartu Indonesia Sehat yang dimiliki kakek ini berubah menjadi mandiri atau harus membayar.
Sutarto, warga Desa Widodaren, mengatakan warga berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Pemalang bisa mengupayakan pertolongan untuk perawatan warga miskin ini.





