Tak Hadiri KTT Kemanusiaan, PBB Kritik Negara G-7

ISTANBUL—Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengkritik pemimpin negara-negara G7 yang absen dalam Konferensi Tingkat Tinggi untuk Kemanusiaan (World Humanitarian Summit). Namun, Ban mengecualikan Angela Merkel yang turut hadir dalam KTT yang digelar di Istanbul ini.

“Ini mengecewakan, bahwa [beberapa] pemimpin dunia tidak bisa berada di sini terutama yang berasal dari negara-negara G7, kecuali Angela Merkel dari Jerman,” kata Ban dalam konferensi pers bersama Presiden Recep Tayyip Erdogan, Selasa (24/5) kemarin.

Menurut Ban, para pemimpin dunia memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia. KTT ini menurut Ban adalah bentuk kesadaran dunia akan meningkatkanya krisis kemanusiaan yang harus segera diatasi.

Negara-negara G7 adalah kelompok negara-negara industri terbesar di dunia seperti Kanada, Perancis, Jerman, Inggris, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.

KTT yang digagas Ban empat tahun lalu ini dihadiri lebih dari 100 negara anggota PBB. Termasuk di antaranya adalah 55 kepala pemerintahan. Salah satu komitmen KTT ini adalah untuk memecahkan krisis kemanusiaan yang terus meningkat.

Komitmen ini meliputi: mencegah dan mengakhiri konflik; menghormati aturan perang; menangani pemindahan paksa; menangani kesetaraan gender; menanggapi perubahan iklim; dan berinvestasi dalam kemanusiaan.

Turki menjadi tuan rumah karena pertimbangan kontribusi Turki di bidang kemanusiaan yang cukup besar. Negara ini menempati urutan ketiga dalam daftar negara yang paling banyak terlibat dalam bantuan kemanusiaan.

Menurut Laporan Bantuan Kemanusiaan Global tahun 2013, lima donor teratas di dunia adalah AS dengan US$ 3,8 milyar, diikuti oleh lembaga-lembaga Uni Eropa (US$ 1,9 M), U.K. ($ 1,2 milyar), Turki ($ 1,0 miliar), dan Swedia dengan $ 784 juta.

Turki juga menjadi tuan rumah hampir 3 juta pengungsi Suriah. Turki telah menghabiskan hampir US$ 10 miliar untuk membantu rakyat Suriah sejak krisis melanda lima tahun lalu.

Advertisement