Tak Sigap Tangani Warga Korban Keracunan, Hampir Seluruh Petugas Puskesmas Dimutasi

Ilustrasi : Warga keracunan. Foto: klikpositif

SIMALUNGUN – Hampir seluruh Aparatur Sipil Negara di puskemas di Pematang Sidamanik, dipindah tugaskan oleh bupati Simalungun, JR Saragih karena dinilai tidak sigap menangani warga yang jadi korban keracunan.

“Pelayan kesehatan itu adalah malaikat-malaikat yang diutus dan selalu siap siaga dan tak kenal lelah dalam melayani kesehatan karena sangat penting buat masyarakat. Tetapi, kenyataannya yang terjadi di Puskesmas Pematang Sidamanik tidak demikian. Jika tidak bekerja dengan baik, maka harus dipindahkan,” ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Jumat (21/4/2017).

Kronologisnya, saat kejadian keracunan 68 warga Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kepala puskesmas Pematang Sidamanik dr. Bontur kurang merespon dan tidak sigap dalam melayani warga yang keracunan.

Bahkan, saat korban keracunan dipindahkan dari sekolah 096770 ke puskesmas Pematang Sidamanik ditemukan di puskemas tersebut pasokan obat-obatan kurang serta tidak ada air.

“Saat dikroscek air sudah tidak ada hampir 6 bulan. Padahal malam itu, begitu banyak pasien yang butuh medis, hal ini membuat Pak Bupati Simalungun JR Saragih kesal. Dia langsung memerintahkan kepada saya untuk diganti seluruh staf dan kepala puskesmas,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bila pihaknya tidak ingin mengambil langkah ini namun ini sudah melebihi batas karena sifatnya sudah fundamental apalagi ini dalam keadaan darurat.

“Kesehatan berkaitan dengan nyawa seseorang. Kita lihat tidak ada kesigapan dari para petugas, makanya kita ambil tindakan tegas,” jelasnya, dikutip Tribun Medan.

Advertisement