JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan status kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal. Langkah tersebut diambil karena kasus keracunan menyangkut kesehatan hingga keselamatan jiwa penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan perubahan status tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani setiap kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
“Kasus keracunan bukan lagi kejadian menonjol, melainkan kejadian fatal, karena ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan seseorang,” kata Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, kasus keracunan MBG di Semarang, Jawa Tengah, diharapkan menjadi kejadian pertama sekaligus terakhir selama dirinya menjabat sebagai Kepala BGN.
Sebagai langkah penanganan, BGN akan langsung menangguhkan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan. Penangguhan dilakukan sembari menunggu investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan setempat.
BGN kemudian akan mengevaluasi berbagai aspek di SPPG tersebut, termasuk penerapan standar kebersihan dan keamanan makanan. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap para pegawai, terutama kepala SPPG yang dinilai memiliki tanggung jawab utama terhadap operasional dapur.
“Kami lihat apakah ini kelalaian atau ada unsur-unsur lainnya. Kami investigasi lebih lanjut,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan, kepala SPPG dari dapur MBG yang ditangguhkan akan otomatis dicopot sementara. Hasil investigasi nantinya menjadi pertimbangan BGN untuk menentukan sanksi lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemecatan atau tidak memperpanjang masa kerja pegawai berstatus PPPK.
Sudaryono menegaskan BGN menerapkan nol toleransi terhadap kasus keracunan dalam program MBG. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat harus menjadi prioritas utama.
Selain memperketat pengawasan, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada masyarakat. Orang tua dan guru nantinya diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai menu yang diberikan kepada anak, kandungan gizinya, hingga lokasi SPPG yang memasak makanan tersebut.
BGN juga berencana menghubungkan informasi tersebut dengan sistem kamera pengawas atau CCTV di dapur MBG. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan orang tua maupun guru terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Kami ingin setransparan mungkin dan menyediakan informasi kepada publik seluas-luasnya,” kata Sudaryono.





