Takmir Masjid Jogokariyan M Jazir Meninggal Dunia, Sosok Revolusioner Umat

Takmir Masjid Jogokariyan, M Jazir (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Kabar duka menyelimuti umat Islam Indonesia, khususnya warga Yogyakarta dan jemaah Masjid Jogokariyan. Ketua Dewan Syuro sekaligus Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, dilaporkan meninggal dunia, Senin (23/12/2025).

Tokoh yang dikenal sebagai inisiator manajemen masjid modern ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekitar pukul 05.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif.

Kepulangan Ustaz Jazir dikonfirmasi langsung oleh pihak pengurus Masjid Jogokariyan melalui keterangan resmi yang tersebar di berbagai jaringan komunitas masjid dan media sosial. Menurut informasi dari pihak keluarga dan takmir, kondisi kesehatan almarhum memang mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Meskipun sempat mendapatkan penanganan medis terbaik, Allah SWT berkehendak memanggil beliau kembali ke haribaan-Nya pada usia 63 tahun.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, untuk memberikan kesempatan bagi para jemaah, santri, dan masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir serta melaksanakan salat jenazah.

Suasana haru biru tampak menyelimuti kompleks masjid yang selama ini menjadi pusat aktivitas dakwah beliau. Ribuan pelayat dari berbagai daerah dilaporkan terus berdatangan memadati area masjid sejak kabar duka ini tersiar di pagi hari.

Prosesi pemakaman dilaksanakan pada hari yang sama, selepas waktu salat Zuhur berjemaah. Jenazah Ustaz Jazir dihantarkan oleh ribuan pelayat menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta.

Pemilihan lokasi dan waktu pemakaman ini telah disepakati oleh pihak keluarga besar dan tokoh masyarakat setempat, mengingat ketokohan beliau yang sangat dihormati di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat umum.

Semasa hidupnya, Ustaz Jazir dikenal sebagai sosok revolusioner dalam dunia dakwah dan manajemen masjid di Indonesia. Dia adalah arsitek di balik kesuksesan Masjid Jogokariyan yang masyhur dengan konsep “Saldo Infak Nol Rupiah,” di mana dana umat harus segera disalurkan untuk kemaslahatan masyarakat dan tidak boleh mengendap di rekening.

Di bawah kepemimpinannya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pelayanan sosial bagi warga sekitar.

Kepergian Ustaz Jazir meninggalkan duka mendalam bagi banyak tokoh nasional dan organisasi Islam.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here