Takut Bangunan Roboh, Murid SD di Bogor ini Tak Tenang Belajar

Ilustrasi/ Antara

BOGOR – Kondisi sekolah yang memprihatinka dan nyaris roboh membuat murid SDN Cipinang 01, Desa Cipinang Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor tidak tenang belajar, terlebih ketika hujan deras disertai angin kencang.

Sekolah dengan tiga ruang kelas dan satu ruangan guru yang sudah tidak layak pakai lagi. Kondisinya mengancam keselamatan 205 murid-murid yang sedang belajar.

Selain tiga ruang kelas yang rusak juga terdapat satu rumah guru yang sudah roboh dan dibiarkan begitu saja. Hasil survey Komite Pemantau Legisltaif (Kopel) Indonesia, sekarang kondisi sekolah rusak parah dengan lantai yang pecah dan berlubang.

Divisi keuangan daerah Kopel Bogor, Anwar Razak menjelaskan terdapat satu kelas dengan kondisi plafon dan balok plafon yang sudah rusak bahkan sudah tidak ada. “Atap genteng sebagian sudah pecah dan berlubang, utamanya di bagian samping dan belakang,” katanya dalam siaran pers, Jumat (3/2/2017), seperti dilansir Republika.

Tembok dinding mulai pecah dan pasirnya mulai berjatuhan. Satu ruangan berukuran sekitar 2,5 x 4 meter sudah tidak digunakan karena lantai, dinding dan ventilasi yang sudah rusak.

Kepala Sekolah SDN Cipinang 01, Umamah, mengatakan balok peyanggah atap bisa sewaktu-waktu jatuh menimpa anak-anak. Begitu pula dengan atap yang kemungkinan bisa langsung menimpa anak-anak yang sedang belajar karena balok penahan atap dari balok plafon sudah tidak ada.

“Memang bangunan ini bangunan tua karena dibangun pada 1985,” tambah Umamah.

Kondisi sekolah yang rusak itu, ditemukan oleh tim survei Kopel kerja sama YAPPIKA Action Aid. Anwar mengatakan, pihak Kopel akan dorong penataan sistem pendataan sekolah rusak di Kabupaten Bogor.

“Mungkin semacam blueprint. Juga mengevaluasi sistem pengawasan di lapangan. Kita menemukan banyak pekerjaan rehab ruang kelas dan ruang kelas baru yang pekerjaannya jauh dari standar,” kata Anwar.

Advertisement