Hidup Lumpuh, Nenek Ini Harap Anaknya Pulang Setelah 40 Tahun Merantau

kemiskinan
Foto Dok Dwi Ratnasari

JAKARTA – Dibalut kulit tipis nan keriput Sabruk (87) tampak lemah. Tikar kumal dan selimut yang tak sampai menutup tubuh Sabruk merupakan teman setia nenek renta itu. Sejak tujuh tahun terakhir Sabruk menderita kelumpuhan tubuhnya tak bisa lagi digerakan. Didua tahun belakang ini bahkan penyakit Sabruk makin parah. Semua badanya sakit jika dikerakan. Hal tersebut membuat Sabruk makin lemah.

Kondisi memprihatinkan Sabruk, diceritakan oleh netisen bernama Dwi Ratnasari di grup Faceboo Gerakan Peduli Ummat Ponorogo. Dwi menuturkan, suami mbah Sabruk sudah meninggal berpuluh-puluh tahun lalu. Sementara anaknya pamit untuk bekerja ke luar negeri 40 tahun lalu dan tak pernah pulang hingga kini.

“Menurut riwayat dari tetangga mbah Sabruk anaknya berpamitan untuk mencari rizki di negara tetangga, tapi sampai sekarang kurang lebih 40 tahun tidak ada kabarnya,” tulis Dwi dalam postingannya.

Sabruk merupakan warga RT 01 RW 02 Desa Mbekayen, Plalangan, Ponorogo, Jawa Timur.Hingga detik ini idak diketahui anak Sabruk yang telah lama tak pulang.Saat ini Sabruk dirawat oleh tetangganya yang iba kepada dirinya.

Untuk mencukupi kbutuhan makan dan kakus, Sabruk juga dibantu oleh tetangganya sedangkan suami Sabruk telah meninggal puluhan tahun lalu.

“Tamparan buat kita semua selagi orangtua kita masih ada monggo rawat dengan baik, sayangi beliau dengan penuh kasih sayang karena sesungguhnya surga berada di telapak kaki ibu,” tambah Dwi dala unggahannya sesaat setelah mengunjungi rumah Sabruk memberikan bantuan.

Advertisement